Jaga Kelestarian Mangrove, Kadis LHK Riau Bakal Datangi Desa Pematang Duku

Jaga Kelestarian Mangrove, Kadis LHK Riau Bakal Datangi Desa Pematang Duku

Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, Mamun Murod

Beritariau.com, Pekanbaru - Adanya perambahan hutan mangrove (Bakau) di Desa Pematang Duku dan dirubah menjadi tambak Udang Vanamae mendapat perhatian dari Kepala Dinas LHK Provinsi Riau, Mamun Murod 

Mamun Murod, memberikan dukungan kepada seluruhnya elemen masyarakat untuk ikut dalam kegiatan pelestarian hutan mangrove di Provinsi Riau. 

Bertempat di salah satu restoran di jantung kota Pekanbaru, Murod menyampaikan apresiasi atas turunnya Tim Media, LSM dan Pegiat Lingkungan ke Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis beberapa waktu yang lalu.

"Saya selaku Kadis DLHK Provinsi Riau sangat terkejut akan adanya hutan Mangrove seluas 500 hektar dan saya apresiasi atas terjunnya tim ke lokasi mangrove," kata Murod, Rabu (10/08/22).

DLHK Provinsi Riau, kata Murod, akan mengagendakan kegiatan untuk turun langsung meninjau hutan mangrove di Desa Pematang Duku.

"Berhubung di bulan Agustus ini kegiatan HUT RI, DLHK belum bisa turun. Akan tetapi, selesai HUT dan acara yang berhubungan dengan HUT RI, Saya dan Tim DLHK akan turun bersama Tim media, LSM dan Pegiat Lingkungan," ucap Murod 

Mamun Murod juga mengingatkan untuk menjaga kelestarian mangrove karena hutan mangrove berfungsi menahan abrasi laut dan bisa menyeimbangkan PH (tingkat keasaman) air laut yang mengandung garam mineral tinggi yang terkadang tidak bisa di netralisir oleh PH air tawar yang terbawa ke daratan.

"Jadi, akar pohon bakau ini mempunyai banyak kelebihan, salah satunya mampu untuk menetralisasi dan mengontrol kadar air garam laut yang meresap dari pantai  menuju daratan. Jika garam laut tidak diserap oleh akar bakau, niscaya tumbuhan hingga hewan yang hidup dengan kadar air laut tinggi akan mati. Dan penduduk di sekitar hutan bakau juga kesulitan mengkonsumsi air tawar.

"Oleh karena itu, saya pribadi yang juga mewakili Dinas DLHK meminta dan mengimbau kepada perambah, stop merambah hutan bakau, mari lestarikan bakau untuk ekosistem di sekitar bakau. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga ekosistem Hutan Bakau yang indah itu," tegasnya. (*)