Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Oknum Wartawan Malah Jadi Humas di Hotel Holiday

Hotel Holiday Pekanbaru
Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang oknum wartawan berinisial BA dikabarkan jadi Humas di Hotel Holiday Pekanbaru, padahal belakangan tempat tersebut diduga jadi sarang prostitusi
Informasi tersebut disampaikan oleh salah satu Maneger hotel inisial N, melalui via WhatsApp beberapa hari yang lalu karena pihaknya enggan dijumpai untuk dikonfirmasi terkait hal itu.
"Maaf pak, untuk lebih baiknya langsung sama pak B**A saja, dia humas hotel, temasuk Sabrina," katanya, kemarin.
Saat BA dikonfirmasi soal adanya terindikasi dugaan prostitusi di hotel tersebut, dia tetap membantah hal tersebut.
"Ya saya Humas di Hotel itu, kita kan ada SOP," katanya (21/07/2022), ketika dikonfirmasi.
Dikabarkan sebelumnya, terdapat beberapa tempat di Kota Pekanbaru ini berkedok hotel yang diduga merupakan tempat penyakit masyarakat yang telah ada sejak zaman dahulu hingga saat ini. Hanya saja kemasannya dibungkus menjadi penginapan sehingga terlihat biasa saja.
Selain itu, dikabarkan banyaknya kejahatan seksual dan aktivitas penyalahgunaan Narkotika di tempat tersebut. Yakni, salah satunya Hotel Holiday yang berada di Jl.Tanjung Datuk, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru.
Hal itu diungkapkan narasumber, informan, korban, dan penelusuran BeritaRiau beberapa waktu yang lalu di hotel tersebut.
Dikabarkan oleh beberapa narasumber BeritaRiau, tempat penyakit masyarakat (pekat) tersebut terindikasi menjadi pemasukan oleh beberapa oknum sehingga terkesan agak sulit diberantas.
"Kita orang awam juga tahu. Pemilik hotel siram duit sana sini, oknum itu pun diam muncungnya, kalo sudah duit berbicara ini payah" ungkap salah satu Narasumber inisial R (35) kepada beritariau.com (20/07/2022).
Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, Prof. DR. H. Akbarizan M.Pd, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, pihaknya turut mengecam tempat-tempat yang diduga menjadi tempat praktik tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan pelanggaran, kaidah, peraturan dan norma agama yang berlaku di Bumi Melayu Lancang Kuning.
"Di setiap upaya-upaya mendekati perzinahan merupakan hal yang keji yang nyata dan haram, kita sebagai Majelis Ulama betul-betul menolak itu jika itu memang terjadi," ungkapnya.
"Kita ini negeri Melayu identik dengan islam, jika memang ada perbuatan melanggar hukum, kita berharap pihak berwajib bertindak lah sesuai tugasnya untuk menjaga marwah negeri melayu ini," tambahnya. (*)

