Stabilkan Minyak Goreng Saat Ramadhan, Apkasindo: No Panic Buying, Solar Dijaga..

APKASINDO - Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung | Beritariau.com | Bambang
Beritariau.com, Pekanbaru - Pasokan minyak goreng sawit (MGS) di berbagai pusat belanja seperti di Pasar Tradisional dan Toko Ritel terpantau mulai terkendali.
Sumbat selama ini perlahan mulai kembali normal, mulai dari pencabutan regulasi batas wajib pasok atau Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO) dan perbaikan distribusi dan pengiriman MGS.
Selain Pemerintah dan Swasta, peran masyarakat selaku konsumen juga penting untuk memelihara stabilitas pasokan dan harga.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Gulat Medali Emas Manurung, Minggu (27/03/22) kepada wartawan.
"Selain Pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) dan Swasta, masyarakat juga jangan terpancing isu lalu melakukan praktik panic buying (beli dalam jumlah besar, red). Hal itu, salah satu penyebab langkanya minyak goreng beberapa waktu lalu," kata Gulat.
Menurutnya, saat ini pasokan mulai terkendali sedangkan harga masih belum stabil. Kondisi ini pun harus dicermati dan diawasi apalagi menjelang dan selama Bulan Suci Ramadhan.
"Untuk mengintervensi Pasar, perilaku konsumen juga menentukan. Termasuk momentum sebentar lagi masuk Bulan Ramadhan," jelasnya.
Selain itu, sambung Gulat, ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sangat penting diperhatikan.
Pasalnya, meskipun harga Tandan Buah Sawit (TBS) naik, tapi transportasi pengangkut buah jenis Truck sulit mendapatkan Solar tentu mempengaruhi cost Petani maupun Perusahaan sawit.
"Dari Hulu ke Hilir Industri Kelapa Sawit ini menentukan. Satu faktor terganggu di Hulu, maka di Hilir berpengaruh. Bahkan, produksi, distribusi produk turunan CPO termasuk Minyak Goreng Sawit, akan berpengaruh. Kita berharap, semua pihak dapat bekerja sama menjaga," tegas Gulat. (*)

