Buntut Dugaan Sikap Kasar Kapolres

Dinilai Arogan, Warga Kampar Desak Kapolres di Copot

Dinilai Arogan, Warga Kampar Desak Kapolres di Copot

Warga Muhammadiyah di Kabupaten Kampar membuat spanduk penolakan sikap kasar arogan Kapolres Kampar. Terlihat spanduk terpasang di beberapa tempat yang ada di wilayah Kampar, Selasa (15/2/2022) | Jakop

Beritariau.com, Kampar - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Kampar membuat spanduk penolakan sikap kasar arogan Kapolres Kampar. Terlihat spanduk terpasang di beberapa tempat yang ada di wilayah Kampar, Selasa (15/2/2022).

Spanduk terpasang di daerah Mesjid Raya Muhammadiyah Bangkinang Kota, ada dua spanduk terbentang. Satu spanduk terbentang menghadap jalan Raya Sudirman lintas Bangkinang - Pekanbaru. Dan yang satu lagi terbentang menghadap Jalan Datuk Tabano Bangkinang Kota.

Spanduk itu terbentang dan memuat nama warga Muhammadiyah, kader, simpatisan Muhammadyah Kabupaten Kampar.

Isi spanduk menolak sikap kasar dan arogan Kapolres Kampar, AKBP Rido Purba, terhadap Kepala Sekolah, Guru, Pengawas, dan Kepala Desa di Kampar.

Masyarakat meminta Kapolres Kampar AKBP Rido Rolly Maruli Parsaoran Purba, untuk dicopot karena bersikap arogan.

Ketika di konfirmasi Ketua Pemuda Muhammdyah Kampar, Almi Zarlis, membenarkan pemasangan spanduk tersebut.

Pihaknya sengaja memasang spanduk itu, sebagai bentuk penolakan terhadap sikap Kapolres Kampar yang arogan dengan masyarakat di Kampar.

Almi mengatakan kronologis berawal dari unggahan di status di sosial media yang menyudutkan salah seorang tenaga pendidik.

"Kronologi nya panjang. Itu awal mula status facebook salah satu guru kemarin. Kata kasar itu disampaikan saat pertemuan di Kampar," kata Almi.

Almi juga mengatakan sangat menyayangkan ucapan kasar yang dilontarkan kapolres. Terutama dalam berbagai pertemuan di Kampar.

Ia juga menyayangkan sikap arogan yang keluar dari seorang aparat hukum di Kabupaten Kampar itu.

"Ini (arogan,red) juga udah sering, kepada wartawan juga ada. Ini sudah gak sesuai adat istiadat, harusnya tamu di terima baik-baik," ungkap Almi. (*)