Tagar #WeStandWithVictim dan Emosi Netizen
1 Juta View! Ormas Hingga Artis Ikut Viralkan Video Pengakuan Mahasiswi UNRI yang Dilecehkan Dosen

VIDEO : Pengakuan Seorang Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR), Dilecehkan Oknum Dekan dan Ditertawakan Oknum Dosen Lainnya | Screenshot akun instagram @komahi_ur
Beritariau.com, Pekanbaru - Dalam tempo 1 (satu) hari, video pengakuan seorang mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR), yang diposting oleh akun instagram @komahi_ur sejak Kamis (04/11/21) siang kemarin hingga kini menembus 1 juta view.
Derasnya simpati dan dukungan terhadap korban muncul dari kalangan masyarakat Riau. Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru misalnya. Kelompok berbaju loreng ini dengan tegas meminta Polisi mengusut tuntas kasus tersebut.
"BPPH (Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum, red) sudah menyampaikan informasi tersebut kepada MPC (Majelis Pimpinan Cabang, red). Kita persilakan BPPH melakukan upaya yang sesuai aturan hukum. Pemuda Pancasila siap memberikan perlindungan terhadap korban dari intimidasi maupun tindakan lain dari pihak pelaku atau dari petinggi-petinggi kampusnya. Korbannya seorang mahasiswi, perempuan yang harus dilindungi. Apalagi pelakunya dosen, tentu kita sayangkan. Nilai-nilai pendidikan moral Pancasila dosen tersebut harus dipertanyakan," kata Ketua MPC PP Pekanbaru, Iwan Pansa, kepada wartawan.
BPPH menyayangkan tindakan dosen tersebut dan mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas dan mencari korban lain yang mengalami kejadian yang sama yang tidak berani bersuara.
"Jika diminta, kita siap berikan pendampingan hukum. Silahkan pihak keluarga atau korban hubungi kami," ungkap Sekretaris BPPH PP Pekanbaru, Teguh Indarmaji SH didampingi Pengurus BPPH Bidang Pidana, Rahma Zelita SH MH.
Selain ormas, sejumlah Artis juga ikut memviralkan video pengakuan tersebut, seperti ; Youtuber Atta Halilintar, Aktris Cinta Laura dan Komika Ernest Prakasa.
Melalui instagramnya masing-masing, mereka memposting video tersebut dalam status mereka. "Pelecehan seksual oleh Dosen. Mari kita kawal kasusnya," tulis Ernest dalam postingannya kemarin.
#WeStandWithVictim dan Geramnya Netizen
Beragam pernyataan Netizen di kolom komentar postingan video berdurasi sekitar 13 menit dengan cover judul 'SEXUAL IN HI FISIP" yang diposting oleh akun instagram @komahi_ur sejak Kamis (04/11/21) siang kemarin.
Terpantau 12 ribu lebih komentar yang dipadati dengan ungkapan kalimat simpati, dukungan dan apresiasi terhadap korban atas keberaniannya mengungkap kasus tersebut. Tagar #WeStandWithVictim pun digaungkan.
"#westandwithvictim thank you so much dek udah mau SpeakUp. Kamu hebat banget udah berani. Kamu wanita hebat. We are all here supporting you. You are not alone," tulis akun imre***.
Namun tak sedikit pula yang geram dan mengecam pihak-pihak terkait. Pemilik akun jjj*** misalnya, tanpa menyebut siapa pihak yang dimaksud, Ia menorehkan kegeramannya.
"Tu org emang udah terkenal sepak terjangnya dalam hal ini. Waktu masih kuliah udh puluhan demo kita suarakan untuk buat dia mundur dari jabatannya. Tapi kaget denger dia terpilih lagi. Sumpah kayak gak masuk akal. Tindak juga orang yang jadi bayangan dia. Yang berusaha nutupin betapa boroknya seorang pemimpin yang seharusnya diberi hukuman atas ketidak memanusiakan manusia sama sekali," kecamnya
Akun lainnya tak ketinggalan. "Si bapak yg mengintimidasi kok gak disebut namanya??? Hukum semuanya...," kecam akun hepri**** sambil menambahkan simbol api menyala.
Diketahui, dunia Pendidikan kembali tercoreng akibat perbuatan oknum Dosen. Sebuah video pengakuan seorang mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR), menghebohkan jagat maya.
Video berdurasi sekitar 13 menit dengan cover judul 'SEXUAL IN HI FISIP" tersebut, diposting oleh akun instagram @komahi_ur pada Kamis (04/11/21) siang.
Mengawali postingannya, akun @komahi_ur menuliskan narasi pengantarnya:
"Baru beberapa hari setelah Permendikbud nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi ditetapkan, salah seorang teman kami justru dilecehkan secara seksual. Kejadian ini membuat kami marah, geram dan harus mendampingi korban/penyintas, seorang Mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Fisip UNRI," tulis akun @komahi_ur.
Video ini, lanjutnya, berisikan pengakuan langsung dari korban, kronolgi Kejadian, identitas pelaku dan perlakuan yang diterima korbam pasca kejadian.
"Identitas dari korban harus kami rahasiakan demi kepentingan keamanan korban. Saat ini, korban masih merasa trauma secara mental dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak," sebut akun tersebut.
"Biarkan dunia menyaksikan dan mendengar, tindak pelecehan seksual di lingkungan kampus sangatlah Nyata !," sambungnya.
Pengakuan Korban
Mengawali pengakuannya melalui video yang sengaja di blur untuk menyamarkan identitasnya, mahasiswi tersebut memperkenalkan diri sedang berkuliah di Jurusan HI Fisipol angkatan tahun 2018.
Korban mengaku perbuatan tak senonoh itu terjadi pada 27 Oktober 2021 pukul 12.30 wib. Saat itu, Ia menghadap Dekan bernama Syafri Harto dalam rangka Bimbingan Proposal Skripsi. Saat itu, hanya mereka berdua diruangan.
Mengawali proses bimbingan, kata Korban, Syafri Harto malah bertanya bukan seputar Proposal Skripsi, namun terkait kehidupan pribadi (personal life). Justru, dalam proses bimbingan proposal itu, Syafri Harto, mengucapkan kata-kata yang tidak pantas seperti 'i love you' kepada korban.
Saat hendak berpamitan usai Bimbingan Proposal, kata korban, Syafri Harto mulai bertingkah aneh.
"Ketika saya ingin berpamitan. Beliau langsung menggenggam kedua bahu saya, mendekatkan badannya kepada diri saya. Langsung beliau menggengam kepala saya dengan kedua tangannya. Setelah itu dia mencium pipi sebelah kiri saya dan mencium kening saya. Saya sangat merasa ketakutan dan saya langsung menundukkan kepala saya. Namun bapak Syafri Harto segera mendongakkan kepala saya dan dia berkata 'Mana Bibir..? Mana Bibir..?'," terang korban.
Kejadian itu, kata korban, membuat dirinya sangat terasa terhina dan terkejut. "Badan saya merasa ketakutan. Namun ketika saya mendorong dan dia mengatakan 'Ya udah kalau tidak mau'," sambung korban.
Korban pun langsung buru-buru meninggalkan ruangan Dekan dan meninggalkan kampus dengan keadaan yang sangat bergetar, ketakutan, sangat merasa dilecehkan.
Rencana korban meminta perlindungan atas perlakuan itu pun malah diganjal oleh para oknum Dosen.
Pasalnya, beberapa hari setelah kejadian tersebut, korban menghubungi salah satu dosen jurusan HI dengan tujuan untuk menemani dirinya menemui Ketua Jurusan.
Namun, oknum dosen tersebut mencoba merayu korban agar tidak mengadu ke Ketua Jurusan. Bahkan, ketika korban hampir sampai ke rumah Ketua Jurusan, oknum dosen tersebut secara aktif mengajak korban untuk bertemu dahulu di salah satu kedai kopi.
Disitu, kata korban, oknum dosen tersebut malah mengancam dirinya agar mengurungkan niat melaporkan peristiwa tersebut ke Ketua Jurusan.
"Jika ini terungkap, pak Syafri Harto akan bercerai dengan istrinya," kata Oknum Dosen tersebut seperti ditirukan korban dalam video pengakuannya.
Ia pun disuruh bersabar untuk tidak mempermasalahkan kasus ini.
Sore hari itu juga, lanjut korban, usai sholat Jumat, akhirnya korban bertemu dengan Ketua Jurusan yang didampingi oleh oknum dosen tersebut.
Ternyata, harapan korban terhadap oknum dosen yang akan melindungi dirinya hanya pepesan kosong.
"Didepan Ketua Jurusan dosen tersebut malah menyalahkan saya ceroboh tidak menggunakan SK dalam melakukan Bimbingan Proposal," tutur korban.
Di pertemuan itu, oknum dosen tersebut, berulang kali menjatuhkan dan menyalahkan korban didepan Ketua Jurusan. Bahkan, kata korban, oknum dosen itu mengintimidasinya dengan mengayunkan kakinya berkali-kali kepada korban bertujuan agar tidak menyampaikan kelakuan Dekan itu.
Parahnya, kata korban, oknum dosen tersebut secara frontal membela Syafri Harto didepan Ketua Jurusan dengan mengatakan, bahwa pelecehan seksual yang dilakukan itu bukan kebiasaan Syafri Harto, melainkan hanya 'accidental' alias kecelakaan.
Korban pun membeberkan kejadian itu. Namun, reaksi yang Ia terima dari oknum Dosen HI dan Ketua Jurusan itu malah membuatnya semakin terhina. Pengakuannya itu malah ditertawakan kedua pendidik itu.
"Mereka berdua menginjak-injak harga diri, saya merasa tidak dilindungi. Dosen-dosen tersebut sangat jahat sama saya," keluh korban sedih.
Kemudian, menurut korban, Syafri Harto mencoba menghubungi dirinya berkali-kali dengan nomor baru. "Dan dia sempat meng-chat saya dengan mengatakan 'kok WA bapak di reject'. Ini membuat saya merasa diteror dan dosen yang mengintimidasi saya tersebut berusaha berkali - kali untuk menghubungi saya untuk berdamai," ceritanya.
Kemudian, lanjutnya, melalui perantara, Syafri Harto menghubungi keluarga korban dan mengatakan alasannya mencium korban karena mengganggap korban sebagai anaknya.
Namun, keluarga korban justru balik bertanya kepada perantara Syafri Harto, "kalau dianggap sebagai anaka, kenapa mencium dibibir ?,".
Setelah beberapa waktu, akhirnya korban memberanikan diri memutuskan untuk mengangkat kasus ini ke publik.
"Saya berharap kepada siapapun diluar sana, siapapun kalian yang mengalami pelecehan seksual, terlebih dilingkungan kampus, saya berharap mereka mampu berbicara atas perlakukan yang mereka alami. Jangan mereka (pelaku pelecehan seksual, red) tertawa atas perbuatan keji yang dilakukan," seru korban.
"Dan, saya ingin ini tidak terjadi, terutama kepada mahasiswi yang ketakutan. Saya harap kalian kuat! Saya harap kalian berani!," tegasnya.
Dikonfirmasi terkait video ini melalui sambungan selulernya, Dekan Fisipol UNRI Syafri Harto, hingga kini masih belum merespon.(*)

