Gulat: Bukti Sawit Topang Ekonomi di Masa Pandemi

Harga Sawit di Riau Pekan Ini Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

Harga Sawit di Riau Pekan Ini Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka

Salah Seorang Petani di Riau Saat Memanen Tandan Buah Sawit | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Harga Tandan Buah Sawit (TBS) di Riau  pecah rekor. Kemarin, Selasa (03/07/21), harga TBS di Riau mencapai Rp2.762 per kilogram. Ini merupakan harga tertinggi dalam sejarah komiditi Kelapa Sawit di Indonesia. 

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Pemprov Riau, Defris Hatmaja, mengatakan kenaikan harga TBS sawit itu dipengaruhi oleh dua faktor. Yakni faktor internal dan eksternal.

"Harga sawit hari ini mencapai Rp2.762 per kilogramnya. Hal itu karena, faktor internal terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data," kata Defris, Rabu (04/08/21).

Defris menjelaskan, untuk harga jual CPO, PT. PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp579,08/Kg, PT. Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp675,40/Kg, dan  PT. Astra Agro Lestari mengalami kenaikkan harga sebesar Rp636,06/Kg.

"Di PT. Asian Agri juga mengalami kenaikkan harga CPO sebesar Rp 513,29/Kg,  PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp538,55/Kg dari harga minggu lalu," kata Defris.

Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT. Astra Agro Lestari mengalami penurunan harga sebesar Rp170,00/Kg, PT. Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp182,00/Kg, PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp. 111,00/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, harga CPO masih menjalani tren bullish. Dalam sepekan terakhir, harga naik 2,29% dan selama sebulan ke belakang kenaikannya mencapai 21,39%. 

"Kenaikan harga CPO berdampak positif bagi Indonesia. Pertama, CPO adalah salah satu komoditas andalan ekspor," jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung mengatakan kenaikan harga sawit kali ini merupakan tertinggi dalam sejarah. 

"Bahkan sejak Indonesia merdeka baru kali ini harga sawit Rp2.762 per kilogram," kata Gulat, Rabu (04/07/21).

Menurut Gulat, ini adalah bukti bahwa konsumsi domestik yang semakin meningkat, baik melalui B30 maupun meningkatnya kebutuhan medis berbahan baku crude palm oil (CPO).

"Saat ini dunia sedang membutuhkan CPO Indonesia untuk sumber energi dan pangan," ujar Gulat.

Gulat menilai kenaikan harga sawit kali ini sangat membantu memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Tak hanya itu, Gulat juga menyampaikan, komoditi sawit bakal membantu stabilitas ekonomi petani yang sudah hampir 2 tahun terkena imbas Covid-19.

"Maka itu saya sebut ini anugerah terindah dari Tuhan buat Indonesia dan dunia. Tentu juga menunjukkan bahwa sawit adalah payung ekonomi Indonesia, terkhusus masa pandemi ini," ucapnya.

Gulat mengimbau kepada semua pihak agar menjaga sawit Indonesia melalui peran masing-masing. Dia juga mengajak para petani sawit agar sama-sama menjaga hasil panen kebun sawit tetap stabil dengan cara memupuk.

"Dari tiga tahun belakangan ini harga yang tertinggi. Pada 2019 rata-rata Rp 1.200/Kg, tahun 2020 rata-rata Rp 1.950 dan pada 2021 ini di bulan lalu rata-rata Rp 2.350 dan kini menjadi Rp 2.762/Kg," kata Gulat.

Untuk diketahui harga tertinggi itu merupakan harga TBS kelompok 10-20 dimana dibandingkan pekan lalu, harga naik Rp118,98 per kilogramnya atau meningkat sebesar 4,50 persen. 

Berikut daftar harga sawit di Riau sesuai kelompok umur;


Umur 3th (Rp 2.031,10);
Umur 4th (Rp 2.202,62); 
Umur 5th (Rp 2.410,02); 
Umur 6th (Rp 2.468,34); 
Umur 7th (Rp 2.564,81); 
Umur 8th (Rp 2.636,02); 
Umur 9th (Rp 2.698,80);
Umur 10th-20th (Rp 2.762,70); 
Umur 21th (Rp 2.643,87); 
Umur 22th (Rp 2.630,42); 
Umur 23 th (Rp 2.619,21);
Umur 24 th (Rp 2.507,11); 
Umur 25 th (Rp 2.445,45);

Indeks K : 90,63%

Harga CPO Rp. 12.369,57
Harga Kernel Rp. 6.222,70 (*)