Lewat Portal Resminya, Pemko Pekanbaru Disebut Buat Akal-Akalan Baru Kasih Bantuan

Anggota DPRD Kota Pekanbaru Dari Fraksi PAN, Roni Pasla SE | Beritariau.com2020
Beritariau.com Pekanbaru - Lewat portal resminya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, disebut membuat metode dan tanda modus baru dalam membantu warga yang terdampak Covid-19.
Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PAN, Roni Pasla SE. Dia menyampaikan jika dalam penggalan website resmi pemko di pekanbaru.go.id, penerima bantuan terdampak akan diberi cat sesuai kelompok yang menerima dengan kategori penerima PKH, BPNT dan masyarakat rentan miskin.
"Ini akal-akalan baru Pemko dalam menghindari dan memberi bantuan warga terdampak Covid19 di Pekanbaru," Kata Roni, kepada beritariau.com, Selasa (05/05/2020).
Padahal katanya, warga yang terdampak saat ini bukan hanya masyarakat ekonomi lemah. Ada 13 kriteria penerima yang berhak menerima bantuan sosial dari pemerintah.
"Seakan-akan Pemko melupakan itu (kategori,red). Apa begini cara pemko untuk mempermalukan warganya. Jika dalam kondisi normal mungkin cara ini masih dapat diterima akal," cetusnya.
Bahkan untuk menekan penerima dari kelompok miskin atau PKH yang sudah tidak masuk kategori, Roni menyebut jika Pemko Pekanbaru dalam keadaan bencana seperti ini dinilai mengada-ngada.
"Walikota sudah gagal paham tentang kriteria penerima bantuan terdampak Covid-19. Padahal ada kriteria ODP, PDP, Positif, ustadz, UMKM dan masih banyak lainnya," jelasnya.
Dia mencontohkan jika setiap tahun, ada bencana alam seperti kebakaran hutan berbulan-bulan. Tapi warga Pekanbaru tidak pernah menuntut bantuan. Sebab, usaha dan pekerjaan masih berjalan normal.
"Untuk orang susah sekalipun sangat tidak manusiawi dipermalukan seperti ini (dilabeli,red). Tak ada orang yang menginginkan mau miskin sampai meminta-minta bantuan," jelasnya.
Di beberapa daerah, bantuan bagi warga yang terdampak diberikan secara menyeluruh dengan diawasi secara ketat. Pemberian bantuan yang diberi tanda disebutnya sebagai prosedur yang berbelit-belit dan penuh dengan tipu daya.
"Apa tak punya hati kita pasang plang maupun tanda penerima bantuan di rumah-rumah mereka," ungkapnya kesal. [Bam]

