RTH Di Pekanbaru Jadi Tempat Tidur Orang Gila

ORANG GILA - Orang Gila Tidur Di Altar Payung Taman Ruang Terbuka Hijau di Pekanbaru | Beritariau.com2020
Beritariau.com Pekanbaru - Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang yang berada di Jalan Jenderal Sudirman atau persis berada di depan bekas Kantor Walikota (Wako) Pekanbaru, jadi tempat peristirahatan orang gila.
"Kita petugas sudah usir kemarin. Tapi orang gila ini selalu tidur disini," Kata salah satu petugas pengaman RTH PUPR Pekanbaru, Senin (27/01/2020).

Dari pantauan, minggu (26/01/2020) tampak satu orang memakai baju daster batik yang diduga mengalami gangguan jiwa beristirahat di taman altar berbentuk lingkaran atap payung di RTH Kaca Mayang.
Orang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu, terlihat menutup kepalanya dengan sebuah kain berwarna merah muda dan memegang satu kantong plastik hitam.
Selain orang gila, aktivitas RTH baik di RTH Kaca Mauang maupun RTH Tunjuk Ajar, tampak dihiasi berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun aktivitas komersil pedagang komersil mainan anak-anak.

PKL yang berada di jalur hijau tersebut, menggelar lapak dagangan diatas trotoar di luar lingkaran RTH Kaca Mayang, begitu juga dengan RTH yang ada di Tunjuk Ajar.
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani, mengatakan, dari konsepnya sudah jelas jika RTH itu berfungsi sebagai paru-paru kota. Apabila faktanya, RTH beralih dan berubah fungsi menjadi lokasi berjualan atau tempat tuna wisma dan tidak sesuai dengan konsepnya, jelas ini sudah menyalahi.
"OPD terkait harus membereskan lokasi ini dan kembalikan fungsi ini seperti sediakala. Artinya, tidak perlu kritikan dari dewan dulu, mereka mau berubah atau bekerja," ucap Hamdani.
Dikatakannya lagi, RTH adalah paru-paru Kota Pekanbaru. Tentunya fungsi tersebut harus dikembalikan. Jika tidak tentu ada yang salah dari pengawasan OPD terkait.
"Jika ada disfungsi selain dari paru-paru kota, tentu harus diselesaikan. Pemko Pekanbaru harus tegas mengamankannya. Karena jika itu (RTH) dijadikan tempat berdagang atau tuna wisma berarti tidak sesuai tempatnya. Kalau pedagang kan ada tempatnya tersendiri, di pasar," pungkasnya. [bam]

