Juventus Dibantai Lazio 0-3, Gattuso Ukir Rekor dan Tempel Inter di Puncak

Pemain Lazio Oliver Provstgaard merayakan gol timnya dalam pertandingan Serie A melawan Juventus, Senin (19/10/2026). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP
Beritariau.com -- Juventus menelan kekalahan telak saat menjamu Lazio pada pekan ketujuh Serie A 2026/2027. Bermain di Allianz Stadium, Senin (19/10/2026) dini hari WIB, Bianconeri tak berdaya dan harus menyerah dengan skor 0-3 di hadapan pendukung sendiri.
Lazio tampil efektif dan mampu memaksimalkan peluang untuk mencuri kemenangan di Turin. Oliver Provstgaard membuka keunggulan tim tamu pada babak pertama, sebelum Gustav Isaksen dan Fisayo Dele-Bashiru memastikan kemenangan telak Biancocelesti pada paruh kedua.
Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif Lazio di bawah arahan Gennaro Gattuso. Pelatih tersebut mencatatkan pencapaian istimewa dengan membawa Lazio meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan pertamanya di Serie A, sementara satu laga lainnya berakhir imbang.
Tambahan tiga poin membuat Lazio mengoleksi 19 poin dan menempati peringkat kedua klasemen sementara, menyamai perolehan Inter Milan yang berada di posisi teratas. Sebaliknya, Juventus masih tertahan di urutan kedelapan dengan 11 poin.
Babak Pertama: Gol Juventus Dianulir, Lazio Memimpin
Juventus menjalani pertandingan tanpa kehadiran Luciano Spalletti di area teknis. Sang pelatih harus menjalani larangan mendampingi tim selama satu pertandingan setelah menerima kartu merah ketika menghadapi Cagliari.
Tugas Spalletti di pinggir lapangan diambil alih asisten pelatih Marco Domenichini. Juventus berusaha tampil agresif di hadapan pendukung sendiri, tetapi Lazio mampu mengimbangi intensitas permainan tuan rumah.
Peluang Juventus sempat berujung gol pada menit ke-24 melalui Randal Kolo Muani. Penyerang tersebut menyelesaikan peluang dengan tendangan voli dan membuat tuan rumah mengira telah membuka keunggulan.
Namun, selebrasi Juventus harus terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut karena Kolo Muani berada dalam posisi offside.
Lazio kemudian mulai menemukan ruang untuk mengancam pertahanan Bianconeri. Gustav Isaksen mendapatkan peluang melalui sundulan sekitar menit ke-30, tetapi bola masih melebar dari sasaran.
Tekanan tim tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-37. Mattia Zaccagni mengirimkan umpan silang akurat ke area berbahaya, yang disambut Oliver Provstgaard dengan sundulan dari jarak dekat.
Bola bersarang di gawang Juventus dan membawa Lazio unggul 1-0. Gol tersebut menjadi pembeda hingga babak pertama berakhir, sekaligus menempatkan tuan rumah dalam tekanan untuk mengejar ketertinggalan setelah jeda.
Babak Kedua: Isaksen dan Dele-Bashiru Lengkapi Pesta Gol
Memasuki babak kedua, Juventus berusaha meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan. Namun, upaya Bianconeri justru membuka ruang bagi Lazio untuk melancarkan serangan balik dan memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah.
Lazio tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Gustav Isaksen berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan menggandakan keunggulan tim tamu menjadi 2-0.
Gol itu membuat pekerjaan Juventus semakin berat. Bianconeri berusaha membangun serangan dan mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi kesulitan menembus pertahanan Lazio yang tampil disiplin.
Biancocelesti mampu menjaga organisasi permainan dengan baik. Mereka tidak memberikan banyak ruang bagi Juventus untuk mengembangkan serangan, sekaligus tetap berbahaya ketika memperoleh kesempatan menyerang.
Dominasi Lazio kemudian semakin nyata setelah Fisayo Dele-Bashiru turut menyumbangkan gol. Gol tersebut memastikan tim tamu unggul 3-0 dan membuat peluang Juventus untuk menyelamatkan pertandingan semakin menipis.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Juventus gagal mencetak satu gol pun. Lazio pun pulang dari Turin dengan kemenangan meyakinkan sekaligus tambahan tiga poin penting dalam persaingan papan atas Serie A.
Gattuso Bawa Lazio Terus Melaju
Kemenangan atas Juventus menjadi bukti konsistensi Lazio di bawah kepemimpinan Gennaro Gattuso. Catatan enam kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh pertandingan awal Serie A menunjukkan performa impresif Biancocelesti pada musim 2026/2027.
Dengan koleksi 19 poin, Lazio kini berada di peringkat kedua dan terus menempel Inter Milan di puncak klasemen. Persaingan di papan atas pun semakin menarik seiring ketatnya perebutan posisi teratas.
Di kubu seberang, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Juventus. Bermain di kandang sendiri, Bianconeri bukan hanya gagal memanfaatkan peluang, tetapi juga kesulitan membendung serangan lawan hingga kebobolan tiga gol tanpa balas.
Juventus harus segera berbenah jika ingin kembali bersaing di papan atas, sementara Lazio memiliki modal kepercayaan diri besar untuk melanjutkan tren positif mereka pada pertandingan berikutnya. (*)

