Pemerintah Tambah Kuota BSPS di Riau Jadi 5.000 Unit, Dukung Program 3 Juta Rumah

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto
Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah pusat menambah kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah untuk Provinsi Riau menjadi 5.000 unit pada tahun 2026. Penambahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, aman, dan didukung infrastruktur dasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan kebutuhan akan rumah layak huni di Provinsi Riau masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang ada, sekitar 21,2 persen rumah tangga di Riau masih belum memenuhi seluruh indikator kelayakan hunian.
"Kita semua memahami tantangan perumahan di Riau masih cukup besar. Data menunjukkan persentase rumah tangga di Riau yang memiliki akses terhadap hunian layak baru mencapai 78,8 persen. Artinya masih ada sekitar 21,2 persen rumah tangga yang belum memenuhi seluruh kriteria," ujar SF Hariyanto saat menghadiri kegiatan di Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan rumah, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat memiliki hunian yang layak, kualitas bangunan, ketersediaan lahan, pembiayaan, hingga dukungan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi.
"Angka ini bukan hanya menunjukkan besarnya kebutuhan rumah, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat membeli rumah, kualitas bangunan, ketersediaan lahan, pembiayaan, serta dukungan infrastruktur. Inilah yang ingin kita jawab melalui program 3 juta rumah yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto," jelasnya.
SF Hariyanto menuturkan, peningkatan kuota BSPS menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Riau. Jika pada 2025 kuota BSPS untuk Riau hanya sebanyak 433 unit, pada 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 4.687 unit dan kembali bertambah menjadi 5.000 unit setelah adanya tambahan alokasi dari pemerintah pusat sekitar dua pekan lalu.
"Pada awalnya kuota BSPS untuk Provinsi Riau sebanyak 4.687 unit. Kemudian sekitar dua minggu lalu kami kembali mendapatkan tambahan dari pemerintah pusat sehingga totalnya menjadi 5.000 unit," ungkapnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Riau melalui penambahan kuota program bedah rumah.
Menurutnya, tambahan bantuan tersebut menjadi peluang besar untuk mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah Provinsi Riau pun berkomitmen memastikan program berjalan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Program BSPS merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam mendukung target nasional pembangunan tiga juta rumah, sekaligus mendorong terwujudnya kawasan permukiman yang lebih sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (*)

