Pemuda Islam dan Buddha di Bengkalis Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama

Pemuda Islam dan Buddha di Bengkalis Perkuat Toleransi Lewat Dialog Lintas Agama

Beritariau.com, Bengkalis – Upaya memperkuat kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman terus digalakkan di Kabupaten Bengkalis. Pusat Studi Moderasi Beragama (PSMB) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis menggelar kegiatan Youth Interfaith Dialogue: Merawat Harmoni dalam Keberagaman di Aula SMP/SMK Dharma Maitreya Bengkalis, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 55 peserta yang berasal dari perwakilan pemuda Islam dan pemuda Buddha. Dialog tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang moderasi beragama, memperkuat nilai toleransi, serta membangun kerja sama lintas agama demi menjaga persatuan dan harmoni sosial di Kabupaten Bengkalis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Ketua LPPM IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Ketua Yayasan Prajnamitra Maitreya Cabang Bengkalis, serta Ketua dan Pengurus IKPTB Cabang Bengkalis.

Kepala Pusat Studi Moderasi Beragama IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Amrizal, dalam laporannya menyampaikan bahwa dialog lintas agama ini menjadi wadah untuk membangun kesepahaman di kalangan umat beragama, khususnya para pemuda.

“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dr. H. Abu Anwar, menegaskan bahwa menjaga kerukunan dan kedamaian merupakan tanggung jawab bersama, terlebih di tengah masyarakat Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan agama.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen pemersatu bangsa dan diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang penuh toleransi dan saling menghargai.

Dalam kesempatan tersebut, Abu Anwar juga mengingatkan pentingnya bijak menggunakan media sosial. Ia mengajak generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan berpotensi memicu perpecahan.

“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan, dan kedamaian, bukan menjadi ruang yang memecah belah masyarakat,” pesannya.

Dialog lintas agama ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama dan Hubungan Luar Negeri MUI Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Lukman, yang memaparkan materi tentang Moderasi Beragama sebagai Kebijakan Nasional dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama, serta Ketua Cabang Permabudhi Bengkalis, Supendi, yang membahas Tantangan Kerukunan dan Literasi Digital di Era Media Sosial. Kegiatan dipandu oleh moderator H. Ruliono.

Rangkaian acara berlangsung interaktif dan penuh semangat kebersamaan. Selain sesi pemaparan materi dan dialog, peserta juga mengikuti kegiatan nonton bersama film bertema kerukunan beragama sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai toleransi sejak dini.

Melalui kegiatan ini, para pemuda lintas agama di Kabupaten Bengkalis diharapkan semakin memahami pentingnya moderasi beragama, mempererat persaudaraan, serta menjadi pelopor dalam menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. (*)