ITS Meranti Cetak Sejarah, 36 Mahasiswa Angkatan Pertama Resmi Diyudisium

ITS Meranti Cetak Sejarah, 36 Mahasiswa Angkatan Pertama Resmi Diyudisium

Beritariau.com, Meranti – Institut Teknologi dan Sains Meranti (ITS Meranti) menorehkan sejarah baru dengan menggelar yudisium perdana bagi angkatan pertama mahasiswa, Sabtu (6/6/2026) malam. Sebanyak 36 mahasiswa resmi dinyatakan lulus dan dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Agustus 2026 mendatang.

Yudisium yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti itu menjadi tonggak penting perjalanan pendidikan tinggi di daerah kepulauan tersebut. Para lulusan terdiri dari 22 mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika, 10 mahasiswa Program Studi Ilmu Pertanian, dan 4 mahasiswa Program Studi Peternakan.

Mewakili Bupati Kepulauan Meranti, Sekretaris Daerah Sudandri Jauzah menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika ITS Meranti dan para mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tahap yudisium.

"Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, ketekunan, serta dukungan keluarga dan para dosen selama proses pendidikan berlangsung," ujarnya.

Menurut Sudandri, kehadiran lulusan ITS Meranti menjadi modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, mulai dari transformasi digital, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti membutuhkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan memiliki kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Saudara memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Teruslah berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik untuk daerah,” katanya.

Sudandri juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan ITS Meranti yang dinilai berhasil membuka akses pendidikan tinggi sekaligus menghadirkan program studi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurutnya, program studi berbasis terapan seperti pertanian, peternakan, dan manajemen informatika memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan tenaga profesional yang dibutuhkan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ia pun mengingatkan para lulusan agar tidak merasa minder karena berasal dari daerah kepulauan.

“Jangan pernah merasa tertinggal. Lulusan ITS Meranti memiliki peluang yang sama untuk bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya. Yang membedakan adalah semangat, integritas, dan kemauan untuk terus berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor ITS Meranti, Mustaqim, menyebut yudisium perdana ini sebagai momentum bersejarah yang menandai keberhasilan kampus dalam melahirkan lulusan angkatan pertama.

Menurutnya, yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan pengakuan atas perjuangan mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan.

“Malam ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. ITS Meranti berhasil melahirkan alumni pertama yang diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan sekaligus inspirasi bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Mustaqim berharap para lulusan dapat menjadi duta kampus yang membawa nama baik almamater serta mendorong semakin banyak generasi muda Meranti untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Prosesi wisuda angkatan pertama ITS Meranti dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dan akan menjadi penanda resmi pelepasan para lulusan kepada masyarakat serta dunia kerja.

Yudisium perdana tersebut turut dihadiri jajaran civitas akademika ITS Meranti, dosen, orang tua mahasiswa, serta sejumlah tamu undangan yang ikut menyaksikan momen bersejarah bagi perkembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Kepulauan Meranti. (*)