ESDM Perintahkan Investigasi Menyeluruh Usai Blackout Melanda Sejumlah Wilayah Sumatera

Beritariau.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) melakukan investigasi teknis secara menyeluruh terkait gangguan listrik (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap penyebab utama gangguan yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat.
Pemerintah melalui ESDM menegaskan bahwa pemulihan pasokan listrik harus segera dioptimalkan agar aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal. Saat ini, koordinasi intensif juga dilakukan bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk memantau proses penanganan di lapangan.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap insiden tersebut. Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar penyebab gangguan dapat diketahui secara pasti dan menjadi dasar untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengatakan pemerintah telah mengirimkan tim khusus ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan memeriksa infrastruktur yang terdampak. Tim ini juga akan diperkuat dengan audit forensik kelistrikan guna memastikan hasil investigasi lebih komprehensif.
Selain proses investigasi, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan sistem kelistrikan di Sumatera. PLN diminta meningkatkan keandalan jaringan backbone serta mempercepat pembangunan infrastruktur pembangkit dan transmisi, termasuk jaringan interkoneksi bertegangan tinggi.
Pemerintah juga mendorong penyediaan pembangkit cadangan (blackstart) di setiap provinsi agar pemulihan darurat dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi gangguan serupa di masa mendatang. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi dan menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Sumatera. (*)

