Optimistis Bebas TBC 2030, Riau Andalkan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor

Optimistis Bebas TBC 2030, Riau Andalkan Deteksi Dini dan Sinergi Lintas Sektor

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur

Beritariau.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya dalam mendukung target nasional eliminasi tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Berbagai strategi terus diperkuat, tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan deteksi dini guna menekan penyebaran penyakit menular tersebut.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan bahwa pendekatan penanganan TBC kini dilakukan secara lebih komprehensif. Upaya tersebut mencakup pembentukan tim percepatan penanggulangan, penemuan kasus secara aktif, hingga pelacakan kontak pada kelompok berisiko tinggi.

Menurutnya, pembentukan tim percepatan menjadi langkah krusial untuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif. Hal ini penting agar penanganan TBC dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan di seluruh wilayah.

Saat ini, Riau telah didukung oleh fasilitas layanan kesehatan yang memadai. Sebanyak 14 rumah sakit dan 15 puskesmas telah menyediakan layanan untuk penanganan TBC, termasuk kasus TBC resisten obat yang membutuhkan penanganan khusus.

Selain fokus pada TBC, Pemprov Riau juga terus memperkuat pengendalian penyakit menular lainnya. Salah satu capaian yang menonjol adalah penanganan malaria yang telah mencapai tingkat tindak lanjut sebesar 97,4 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa intervensi kesehatan yang dilakukan berjalan cukup efektif. Namun demikian, pemerintah daerah menilai masih diperlukan penguatan di berbagai aspek agar hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

Dengan dukungan fasilitas kesehatan, strategi yang terarah, serta sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, Riau optimistis mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia bebas TBC pada tahun 2030. (*)