Kasus AIDS di Riau Didominasi Usia Produktif, Laki-laki Jadi Kelompok Tertinggi

Beritariau.com, Pekanbaru – Kasus AIDS di Provinsi Riau hingga akhir 2025 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif.
Data mencatat, sekitar 77 persen kasus terjadi pada usia 25–49 tahun, disusul kelompok usia 20–24 tahun sebesar 10 persen, dan usia di atas 50 tahun sekitar 9 persen. Sisanya berasal dari kelompok usia anak dan remaja.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Riau, Wildan Asfan Hasibuan, menyebut kondisi ini menjadi perhatian serius karena kelompok usia produktif merupakan pilar utama dalam kehidupan keluarga dan ekonomi.
“Dominasi kasus pada usia produktif menjadi alarm bagi kita semua, karena mereka adalah tulang punggung keluarga,” ujarnya.
Dari sisi gender, kasus AIDS di Riau juga didominasi laki-laki dengan persentase mencapai 88 persen, sementara perempuan hanya sekitar 12 persen. Kondisi ini dipengaruhi oleh masih tingginya perilaku berisiko, khususnya pada laki-laki.
Secara kumulatif, jumlah kasus AIDS di Riau hingga Desember 2025 mencapai 4.480 orang. Kota Pekanbaru mencatat angka tertinggi dengan 2.746 kasus, diikuti Indragiri Hilir sebanyak 308 kasus dan Dumai 300 kasus. Sementara daerah dengan angka lebih rendah antara lain Indragiri Hulu 34 kasus dan Kampar 49 kasus.
Menurut Wildan, tingginya angka di wilayah perkotaan dipengaruhi oleh mobilitas penduduk yang tinggi serta akses layanan kesehatan yang lebih baik, sehingga lebih banyak kasus terdeteksi.
Sebagai langkah penanganan, KPA Riau terus memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat serta deteksi dini melalui tes HIV.
“Pencegahan dan deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat diketahui, pengobatan bisa segera dilakukan dan kualitas hidup tetap terjaga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV). Dukungan dari keluarga dan lingkungan dinilai sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan.
“ODHIV bukan untuk dijauhi. Mereka tetap bisa hidup normal dan produktif selama menjalani pengobatan dengan baik,” tutupnya. (*)

