Pasar Murah Digencarkan, Plt Gubri SF Hariyanto Bidik Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi

Beritariau.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus menggencarkan program pasar murah sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan dan menekan laju inflasi daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa pasar murah menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama pasca hari besar keagamaan yang kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Melalui program ini, berbagai bahan pangan disediakan dalam paket subsidi dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga memberikan penghematan signifikan bagi masyarakat.
“Program ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya di Pekanbaru, Senin (30/3/2026).
SF Hariyanto menjelaskan, operasi pasar murah merupakan bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan distribusi pangan tetap lancar.
Ia menambahkan, langkah ini tidak hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan mudah diakses oleh masyarakat.
Sementara itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menyampaikan bahwa pada pekan ini akan digelar empat kali operasi pasar murah bertajuk “Topling”.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TPID Riau dan PT Riau Pangan Bertuah, yang menyasar kawasan padat penduduk di Kota Pekanbaru.
Adapun lokasi pelaksanaan dimulai pada Senin (30/3) di Rumbai Barat, dilanjutkan Selasa (31/3) di Kulim, Rabu (1/4) di Tenayan Raya, dan ditutup Kamis (2/4) di Rumbai Timur.
Penyesuaian jadwal dilakukan karena hari Jumat bertepatan dengan Wafat Isa Almasih, sehingga kegiatan dimaksimalkan dalam empat hari kerja.
Pemerintah berharap program pasar murah ini dapat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga pangan. (*)

