Plt Gubernur Riau Dukung Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Berbasis Kolaborasi

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Haryanto
Beritariau.com, Pekanbaru – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Haryanto menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Polda Riau dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang mengusung skema kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan publik, khususnya di bidang infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Ia menilai pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, seperti dunia usaha melalui CSR, masyarakat, akademisi, dan media, menjadi solusi alternatif yang efektif tanpa membebani anggaran pemerintah maupun dana sosial masyarakat.
“Ini merupakan langkah positif yang perlu didukung. Sejak awal, pembangunan ini murni berbasis semangat gotong royong dan kebersamaan,” ujarnya.
Pembangunan jembatan tersebut juga disebut sebagai bagian dari implementasi arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, Polda Riau dinilai tidak hanya berperan sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga turut menjadi bagian dari solusi pembangunan, terutama dalam membuka akses wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, pihak Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Riau memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana kontribusi dalam pembangunan tersebut, menyusul dinamika dan respons publik yang berkembang.
Ketua Baznas Riau Masriadi Hasan menyampaikan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk evaluasi demi menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun dapat disalurkan secara tepat, transparan, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Meski demikian, pihak Polda Riau tetap mengapresiasi niat baik Baznas. Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Riau Daniel Muharam menegaskan bahwa kebutuhan pembiayaan pembangunan jembatan telah terpenuhi melalui skema kolaboratif.
Pendanaan proyek ini sebagian besar berasal dari kontribusi dunia usaha melalui CSR serta partisipasi masyarakat dalam semangat gotong royong.
Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan mampu menjadi model pembangunan infrastruktur berbasis kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat luas. (*)

