Operasi Modifikasi Cuaca Tahap I Selesai, 35 Ton Garam Disebar untuk Cegah Karhutla di Riau

Operasi Modifikasi Cuaca Tahap I Selesai, 35 Ton Garam Disebar untuk Cegah Karhutla di Riau

Beritariau.com, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memicu hujan buatan di wilayah rawan kebakaran.

Operasi tahap pertama tersebut kini telah rampung dengan total sekitar 35 ton garam (NaCl) yang disemai ke awan potensial hujan selama pelaksanaan operasi.

Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk membantu mengendalikan kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tim pemadam darat.

Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat juga merencanakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tahap kedua pada April mendatang. Namun, Pemprov Riau berharap pelaksanaan tahap lanjutan tersebut dapat dipercepat mengingat kebakaran mulai meluas di beberapa wilayah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Jim Ghafur, mengatakan modifikasi cuaca menjadi langkah strategis dalam membantu pengendalian karhutla.

Menurutnya, cuaca panas, angin kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan tanpa dukungan hujan.

“Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat,” ujar Jim.

Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di empat daerah di Riau, yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis.

Di Kabupaten Kampar, kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang. Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman karena lokasi kebakaran cukup dekat dengan permukiman warga.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, serta di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Meski demikian, sejumlah titik api yang sebelumnya muncul di Pekanbaru berhasil dikendalikan oleh petugas di lapangan.

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan akan terus memperkuat upaya penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun melalui pemadaman darat oleh tim gabungan. (*)