Hadiri Penandatanganan Aset Daerah di Pekanbaru, Bupati Asmar Dorong Peran Koperasi Desa

Beritariau.com, Pekanbaru – Bupati Kepulauan Meranti, Asmar, menghadiri kegiatan penandatanganan perjanjian pinjam pakai Barang Milik Daerah (BMD) milik Pemerintah Provinsi Riau kepada pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Kegiatan tersebut digelar di Balai Serindit, Pekanbaru, Jumat (13/3/2026).
Acara ini turut dihadiri Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto serta Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik Koko Haryono, yang hadir mewakili Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Koko Haryono menyampaikan bahwa penguatan koperasi menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebutkan, perekonomian Provinsi Riau menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 4,7 persen pada tahun 2025, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang telah melampaui Rp1.200 triliun.
Menurutnya, struktur ekonomi Riau saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian sekitar 28 persen, industri pengolahan sekitar 25 persen, serta pertambangan sekitar 16 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan tidak hanya bertumpu pada sektor besar, melainkan juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.
“Di sinilah koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah mendorong pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh wilayah Riau. Dari total 1.861 lokasi yang direncanakan, sebanyak 1.570 lokasi telah melalui proses penyiapan lahan, 883 lokasi telah memasuki tahap pembangunan, dan 51 unit telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan bahwa Riau termasuk daerah yang bergerak cepat dalam mendukung program strategis nasional tersebut. Dari total 38 provinsi di Indonesia, Riau tercatat berada dalam lima besar provinsi tercepat dalam pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi dan kekompakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur Forkopimda.
“Kuncinya adalah kerja sama dan sinergi lintas sektor, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga unsur TNI dan Polri,” ujarnya.
SF Hariyanto juga mengapresiasi komitmen pemerintah kabupaten/kota di Riau yang terus aktif mendukung percepatan pembangunan koperasi desa, termasuk dalam hal pelaporan dan progres pembangunan di lapangan.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Seperti peribahasa Melayu, seikat bagai sirih, serumpun bagai serai. Ketika kita bersatu dan saling menguatkan, tujuan besar akan lebih mudah kita capai bersama,” tutupnya. (*)

