Imlek, Perang Air, dan Ramadan Picu Ledakan Penumpang di Pelabuhan Selatpanjang, Tembus 39 Ribu Oran

Imlek, Perang Air, dan Ramadan Picu Ledakan Penumpang di Pelabuhan Selatpanjang, Tembus 39 Ribu Oran

Beritariau.com, Selatpanjang - Arus manusia memadati Pelabuhan Tanjung Harapan selama sepekan terakhir. Momentum perayaan Imlek 2577 Kongzili yang beririsan dengan Festival Perang Air (Cian Cui) serta persiapan menyambut Ramadan 1447 Hijriah mendorong lonjakan mobilitas warga secara signifikan.

Berdasarkan data periode H-7 hingga H+6 Imlek 2026, total pergerakan penumpang—baik kedatangan maupun keberangkatan—mencapai 39.641 orang. Angka ini menjadikan momen Imlek tahun ini sebagai salah satu periode tersibuk dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tak hanya penumpang, aktivitas pelayaran juga meningkat tajam. Sebanyak 593 kunjungan kapal tercatat silih berganti bersandar di pelabuhan utama “Kota Sagu”. Ribuan pemudik, wisatawan domestik dan mancanegara, hingga warga lokal yang kembali ke perantauan memadati jalur transportasi laut yang menghubungkan Meranti dengan berbagai daerah di Riau dan Kepulauan Riau.

Data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Selatpanjang menunjukkan puncak arus kedatangan terjadi pada 15 Februari 2026 (H-2 Imlek) dengan 4.076 penumpang dalam sehari—melonjak 30,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara puncak arus balik tercatat pada 23 Februari 2026 (H+6) dengan 4.410 penumpang, naik tipis 0,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Kepala KSOP Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, melalui Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan, Ade Kurniawan, menyebut lonjakan ini sudah diprediksi. Kombinasi perayaan budaya dan momentum keagamaan mendorong masyarakat melakukan perjalanan untuk berkumpul bersama keluarga maupun menghadiri rangkaian kegiatan tradisi tahunan.

Meski terjadi kepadatan, situasi di pelabuhan tetap kondusif. Koordinasi lintas sektoral bersama operator kapal serta unsur TNI-Polri memastikan arus kedatangan dan keberangkatan berjalan lancar dan terkendali.

Lonjakan ini kembali menegaskan peran strategis Pelabuhan Tanjung Harapan sebagai urat nadi transportasi laut sekaligus penggerak roda ekonomi di wilayah kepulauan tersebut. (*)