Tabligh Akbar Ramadan 1447 H GOW Bengkalis Dibuka, Perkuat Spiritualitas dan Kepedulian Sosial

Beritariau.com, Bengkalis — Tabligh Akbar Ramadan 1447 H/2026 M yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis resmi dibuka pada Selasa (24/2/2026) di Masjid Agung Istiqomah. Kegiatan perdana berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai organisasi perempuan di Negeri Junjungan.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Syafri. Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat sunnah taubat, dhuha, dan tasbih berjamaah yang dipimpin Ustadz Gugronuddin. Selanjutnya, tausiah disampaikan Razmah Alwi dan Reni dengan tema “Pemahaman Fiqih Wanita sebagai Pondasi Kesempurnaan Ibadah di Bulan Suci Ramadan”, disertai sesi tanya jawab interaktif.
Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga diisi aksi sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Aksi berbagi tersebut merupakan kolaborasi GOW bersama TP PKK, DWP, BKMT, PPPAUD, dan IWAPI Kabupaten Bengkalis.
Ketua GOW Kabupaten Bengkalis, Ira Vandriyani, menyampaikan apresiasi atas meningkatnya antusiasme peserta setiap tahun. Ia menegaskan bahwa tabligh akbar menjadi ruang penting dalam memperkuat spiritualitas dan pendidikan karakter perempuan, khususnya para ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga.
“Keluarga adalah pondasi peradaban. Di era digital, orang tua tidak hanya memberi teladan akhlak, tetapi juga harus mampu membimbing anak agar bijak menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Johansyah Syafri menilai konsistensi GOW dalam menyelenggarakan tabligh akbar setiap Ramadan patut diapresiasi. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Jika ingin melahirkan generasi yang kuat dan berdaya saing, maka pembentukan karakter harus dimulai dari rumah,” tegasnya.
Tabligh Akbar Ramadan GOW Bengkalis dijadwalkan berlangsung dalam empat pertemuan dengan menghadirkan imam dan penceramah berbeda. Tema yang diangkat meliputi fikih wanita, ketahanan keluarga di era digital, kemuliaan Ramadan, serta penguatan keluarga sakinah sebagai pilar ketahanan bangsa. (*)

