BI Riau dan Polbeng Gelar Riau Literaction 2025

Kegiatan Riau Literaction 2025 pada 22–24 Agustus 2025 di Ruang Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu 1 Polbeng (Foto: Polbeng).
Beritariau.com, Bengkalis - Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menyelenggarakan Riau Literaction 2025 pada 22–24 Agustus 2025 di Ruang Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu 1 Polbeng. Mengusung tagline “Create, Influence, and Educate with Bank Indonesia Riau”, program ini diikuti 75 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Riau.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi ekonomi di kalangan generasi muda, sekaligus menanamkan pemahaman lebih dalam mengenai peran, tugas, dan kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah maupun nasional.
Perwakilan BI Riau, Hafiz Amrullah, menyampaikan apresiasi kepada Polbeng atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan acara. Menurutnya, semula kegiatan direncanakan berlangsung di Dumai, namun dipindahkan ke Bengkalis karena tingginya minat dan jumlah peserta dari daerah tersebut.
Hafiz menjelaskan, nama Riau Literaction merupakan akronim dari literasi dan action. Literasi dimaknai sebagai proses pemberian wawasan mendalam tentang jati diri Bank Indonesia mulai dari perbedaannya dengan bank umum hingga perannya sebagai bank sentral.
“Sedangkan action merujuk pada praktik nyata, di mana peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pelatihan membuat konten kreatif, informativ dan berkualitas untuk media sosial,” jelasnya.
Direktur Polbeng, Johnny Custer, menyambut baik kolaborasi ini. Sebagai daerah perbatasan, kita memerlukan literasi yang kuat tentang bank sentral. Memahami tugas dan perannya bagi perekonomian negara adalah sebuah keharusan.
Melalui program ini, BI Riau bersama Polbeng berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga terampil sebagai agen perubahan dan influencer positif yang menyebarkan edukasi ekonomi di ruang digital. ,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari. Dua hari pertama diisi dengan pelatihan intensif, hari ketiga ditutup dengan uji kompetensi menuju sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tahap lanjutan berupa pengumpulan dan monitoring konten yang dihasilkan peserta, disusul dengan pemberian hadiah serta apresiasi bagi yang berprestasi. (*)

