Capella Honda Beri Edukasi Mencegah Informasi Berita Hoax Bagi Puluhan Siswa SMKN 5 Pekanbaru

Capella Honda Beri Edukasi Mencegah Informasi Berita Hoax Bagi Puluhan Siswa SMKN 5 Pekanbaru

Dok. Istimewa

Beritariau.com, Kampar - Tak hanya memberikan pelatihan tentang safety riding, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Pekanbaru juga mengedukasi puluhan siswa SMKN 5 Kota Pekanbaru tentang Memilih dan Mencegah Informasi Berita Hoax di Era Digital, kegiatan ini berlangsung di Safety Riding Center, di Kampar, Riau, Sabtu (20/7/2024).

Reinhard Sianipar, Public Relation PT. CDN mengatakan untuk kegiatan ini merupakan berkomitmen Honda untuk terus konsisten berkontribusi dalam sustainability bangsa Indonesia melalui berbagai program Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Tentunya kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan pemehaman terkait informasi di era digital," ujarnya.

Berbagai materi ajar secara teori disampaikan kepada siswa untuk dapat mengenal dan memilah informasi dari berbagai saluran komunikasi seperti Media Massa hingga Sosial Media.

Dalam kegiatan ini para pelajar mendapatkan pengetahuan tentang Memilah dan Mencegah Informasi Berita Hoax di Era Digital. Bagaimana menetukan informasi tersebut hoax atau tidak dan dampak yang akan ditimbulkannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 5 Kota Pekanbaru, Azmil, M.Pd menjelaskan kalau saat ini memang hampir semua orang punya smartphone, termasuk juga siswa di SMKN 5 Kota Pekanbaru.

"Jadi edukasi soal bahaya Hoaks ini juga sangat penting bagi siswa untuk bisa tahu seperti apa informasi Hoaks itu dan cara mencegahnya," kata Azmil.

Ditambahkannya, dengan situasi seperti sekarang tidak mungkin lagi rasanya tidak membekali anak-anak dengan smartphone, namun yang perlu dilakukan adalah bagaimana membatasi penggunaannya.

"Kita di sekolah membolehkan siswa membawa smartphone karena memang dalam proses belajar siswa juga menggunakannya sebagai sarana pendukung," ujarnya.

Harapannya dengan adanya edukasi dari Capella Honda ini bisa memberikan informasi lebih kepada siswa agar nanti tidak mudah percaya dengan informasi yang mereka terima. (*)