Penanaman Mangrove di 5 Kabupaten Duga Belum Terealisasi, G3S Segera Laporkan Ma'amun Murod

Ilustrasi, Mangrove
Beritariau.com, Pekanbaru - DPP Gerakan Sungguh Suara Sejati (G3S) menyoroti kegiatan rehabilitasi magrove dikawasan pesisir Provinsi Riau.
Menurut Ketua Umum G3S, Rinto Regen Silaban, bahwa kegiatan rehabilitasi kawasan magrove tersebut dilaksanakan di 5 kabupaten, yaitu Siak, Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir dan Pelalawan.
Diketahui, pada tahun 2022 dan tahun 2023 Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) mengenlontorkan anggaran sebesar Rp 79 miliar dan Rp 17 Miliar ke Provinsi Riau untuk melakukan kegiatan rehabilitasi magrove dikawasan pesisir Provinsi Riau, adapun anggaran tersebut dalam pelaksanaanya dilakukan oleh Dinas lingkungan hidup Hutan (DLHK) Riau.
Namun dalam pelaksanaannya, DLHK Provinsi Riau yang dipimpin oleh Maamun Murod diduga kegiatan rehabilitasi magrove belum terlaksana dan ada dugaan aroma korupsi sehingga menjadi perhatian publik dan LSM G3S.
"Berdasarkan observasi yang dilakukan dibeberapa desa atau titik kegiatan, kita menduga bahwa kegiatan rehabilitasi magrove belum terlaksana atau terealisasi sepenuhnya"' Ucap Rinto.
Adapun indikator yang menjadi rujukan G3S atas dugaan tersebut berdasarkan persentase hidup atau tumbuh bibit magrove yang ditanam.
"Jika kegiatan tersebut terlaksana dengan baik dan benar maka seharusnya minimal 50 persen kawasan yang menjadi lokus rehabilitasi ditumbuhi magrove, namun fakta dilapangan hal tersebut belum terealisasi. Bagaimana jika kita merujuk pada 70 persen persentase kehidupan magrove? Tambah lebih kacau lagi", Ungkap Rinto.
Atas temuan tersebut, G3S memiliki keyakinan bahwa bukti permulaan yang dimiliki sudah memenuhi unsur hukum dan akan membawa temuan G3S kepada Aparat Penegak Hukum
"Menurut kami alat bukti yang ada sudah cukup dan memenuhi syarat sebagai 2 alat bukti permulaan adanya indikasi yang mengarah pada tindakan korupsi dan akan kita laporkan kepada APH", Lugas Rinto
Menanggapi perihal pemberitaan ini, Ma'amun Murod saat dikonfirmasi menolak untuk berkomentar.
"Saya ini bukan kadis kehutanan. Kamu cari kadis kehutanan, ya," katanya sembari memutuskan panggilan selulernya. (*)

