Tidak Terima Anaknya Dianiaya, Orangtua Korban Laporkan Gerombolan Pengendara Motor ke Polisi

Ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Warga Kecamatan Tenayan Raya melapor ke polisi karena anaknya menjadi korban penusukan oleh kelompok gerombolan pengendara motor.
Orangtua korban mengatakan, putranya yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah menengah atas menjadi sasaran amukan oleh kelompok gerombolan tersebut di depan SMK Labor, Kec. Sail, Kota Pekanbaru, Sabtu (7/10/2023).
Ibu dua anak itu mengaku, saat ini pihaknya telah melaporkan pelaku pengeroyokan itu ke polisi berharap agar kasusnya mendapat titik terang.
Korbannya berinisial RO (15). RO dianiaya secara membabi buta oleh kelompok bermotor saat hendak pulang bersama teman-temannya.
Malam itu korban bersama tujuh orang temannya sedang nongkrong di sebuah indomaret di sekitar Kelurahan Suka Maju. Selanjutnya sekitar pukul 22.30 WIB, mereka membubarkan diri dan menuju pulang.
Tidak lama setelah itu, belum sampai setengah perjalanan korban dan teman-temannya dicegat oleh segerombolan bermotor sebanyak lima belas orang hingga melakukan pemukulan.
"Lima belas orang gerombolan bermotor diantaranya membawa doble stick, pemukul basebol, dan helm," Ujarnya korban menjelaskan kejadian itu, Senin (24/10/2023).
Empat diantaranya menjadi korban pengeroyokan diantaranya inisial AL, AG, AD, RD termasuk korban. "Kami di berhentikan, kunci motor diambil lalu dihajar secara tiba-tiba. Bagian kepala saya dipukul pake dobel stick, tubuh saya ditusuk benda tajam," kata korban.
Korban pun dirawat dirumah sakit RSUD selama empat hari dan mendapat lima jahitan akibat luka tusukan dibelakang tubuhnya. Berdasarkan beberapa sumber yang didapat dari teman-teman korban lainnya, pelaku dikenal berinisial NS disebut-sebut diduga mantan residivis.
"Kemaren sudah sempat ketemu sama pelaku. Pelaku juga sudah mengakui dan mau minta damai. Tapi orang tua pelaku justru membawa keluarganya yang seorang polisi karena merasa tidak terima anaknya dituduh yang menganiaya," kata ibu RO menjelaskan.
Keluarga korban merasa kesal mengetahui keluarga pelaku tidak ada itikad baik, permasalahan itu pun dilaporkan ke Polresta Pekanbaru dengan LP/B/695/X/2023/SPKT/POLRESTA PEKANBARU/POLDA RIAU (11/10/2023).
"Kami berharap pelaku yang saat ini sedang berkeliaran dapat diproses hukum," pungkasnya.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Berry Juana dikonfirmasi melalui pesan Whatsaapnya terkait laporan itu hingga saat ini tidak memberikan balasan meskipun konfirmasi telah disampaikan. (*)

