Universitas Muhammadiyah Riau Melindungi 1.307 Mahasiswa KKN dalam Program Jamsostek

Universitas Muhammadiyah Riau Melindungi 1.307 Mahasiswa KKN dalam Program Jamsostek

Beritariau.com, Pekanbaru - Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Pekanbaru Panam memberikan perlindungan kepada seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Angkatan Tahun 2023. 

Penyerahan kartu kepesertaan secara simbolis diserahkan langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Saidul Amin.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Panam, Anwar Hidayat mengatakan seluruh mahasiswa KKN UMRI Tahun 2023 kini terlindungi dalam dua program, yaitu Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). 

"Tujuan dari perlindungan ini adalah untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas KKN, terutama untuk melindungi mereka dari risiko yang mungkin terjadi," ungkapnya Jumat (21/7/2023).

Rektor UMRI, Saidul Amin mengatakan angkatan ke-13 KKN UMRI kali ini melibatkan 1.307 mahasiswa, yang akan tersebar di enam kabupaten/kota di Riau, Provinsi Sumatera Barat, dan Malaysia. 

Dia berharap seluruh peserta KKN dapat melaksanakan tugas dengan baik dan kembali ke kampus dengan selamat. Dia juga mengingatkan agar dalam menjalankan tugas, para peserta KKN tetap menjaga marwah dan martabat sebagai seorang muslim.

Gubernur Riau, Syamsuar, memberikan pesan kepada para peserta KKN UMRI untuk menghargai adat dan istiadat di tempat-tempat mereka berada. Dia menekankan teori yang didapat di bangku perkuliahan mungkin akan berbeda dengan keadaan di lapangan, sehingga dia berharap seluruh peserta KKN dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kondisi di tempat tugas mereka.

Acara penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini menandai komitmen pemerintah dan universitas dalam melindungi para mahasiswa yang terlibat dalam program KKN. Dengan perlindungan ini, diharapkan para peserta KKN dapat menjalankan tugas mereka dengan tenang dan fokus, serta merasa aman dari risiko yang mungkin timbul selama menjalankan program Kuliah Kerja Nyata. (*)