Pemprov Riau Bersama OJK dan BI Gelar Harvesting Gernas BBI dan BBWI di Pekanbaru
Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah diluncurkan pada Minggu (12/03/2023) di Festival Subayang, Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata di Indonesia (BWI) tahun 2023 mencapai puncaknya, Sabtu (29/7/2023) dengan digelarnya masa panen atau Harvesting yang digelar di halaman kantor Gubernur Riau di Pekanbaru.
Peresmian ditandai dengan pemukulan kompang bersama oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, Gubernur Riau, Syamsuar, Deputi Gubernur BI, Juda Agung, Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves Oddo Manuhutu, serta perwakilan unsur Forkopimda di lingkungan Provinsi Riau.
Seperti diketahui, tahun ini, Riau ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah Gernas BBI dan BBWI bersama 11 provinsi lainnya. Melalui peran aktif pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bank Indonesia serta stakeholder lainnya, di mana dalam pelaksanaan Gernas GBI dan BWI di setiap provinsi ditargetkan transaksi mencapai Rp50 miliar dengan jumlah UMKM onboarding mencapai 30 juta UMKM hingga 2024.
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam video sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Riau, OJK dan BI atas terlaksananya rangkaian Gernas BBI dan BBWI di Kantor Gubernur Riau ini.
Luhut menyakini bahwa Harvesting Gernas BBI dan BBWI Riau 2023 telah dipersiapkan sebagaimana mestinya dengan segala bentuk persiapan yang sangat baik. Tak lupa, dia juga mengucapkan selamat atas seluruh rangkaian kegiatan yang terlaksana dalam Gernas BBI dan BBWI Riau 2023.
“Selamat saya ucapkan atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan dan ini bukan akhir dari upaya kita untuk mengembangkan UMKM lokal,” tegasnya.
Luhut juga menegaskan bahwa, hal terpenting yang harus terus dilakukan yakni menggali berbagai potensi pascaharvesting Gernas BBI dan BBWI Riau 2023 terselenggara.
“Saya berharap jangan sampai hanya habis di sini. Gandeng perusahaan swasta untuk berkontribusi di daerah,” sambungnya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya pada Harvesting Gernas BBI dan BBWI Riau menjelaskan program pembiayaan, pelatihan, pendampingan, pemasaran dan pameran produk UMKM yang dilakukan secara berkelanjutan dalam Gernas BBI harus terus diperluas dan diperbanyak untuk semakin memajukan UMKM Indonesia.
“Gernas BBI-BBWI yang semula upaya penguatan kondisi perekonomian karena pandemi covid-19, sekarang justru jadi penentu untuk pengembangan UMKM di kawasan sekitar. Gernas BBI-BBWI menjadi salah satu penentu Ekonomi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi di daerah untuk bertumbuh,” kata Mahendra.
Mahendra juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta Kementerian dan Lembaga yang bersinergi untuk terus mengembangkan UMKM.
Dalam Gernas BBI di Riau ini, OJK menginisiasi 8 sesi pelatihan sekaligus pendampingan dengan jumlah peserta mendaftar 635 UMKM dan dilakukan kurasi UMKM di Provinsi Riau secara offline dan online. Khusus 40 UMKM yang telah dikurasi mengikuti pelatihan di sesi 7-8, selanjutnya dilakukan kurasi menjadi 15 besar yang akan dipilih menjadi 5 UMKM Champion dari Provinsi Riau.
Selanjutnya, Deputi Gubernur BI, Juda Agung mengingatkan di tengah ketidakpastian ekonomi global tantangan yang dihadapi bagaimana bisa tetap menjaga ekonomi domestik di atas 6 persen.
Untuk itu perlu upaya dan mendorong sumber pembiayaan sertta ekonomi dari sektor pariwisata sebagai denyut perekonomian domestik.
"Sumber ekonomi domestik ini diharapkan dari sektor UMKM ekonomi dan pariwisata. Melalui acara ini bagaimama sektor ini mendorong produk dalam negeri dan ekonomi lokal memperbaiki ekonomi pasca pandemi," katanya.
Kedepan, dalam rangka bisa semakin mendorong sektor ekonomi dan pariwisata, yakni yang pertama pentingnya melanjutkan afirmasi kepada produk wisata dalam negeri. Kedua, pentingnya perluasana akses pasar melalui promosi perdagangan dan bisnis matching. Ketiga, mendorong UMKM naik kelas melalui perluasna kemitraan, kapasutas teknis dan pelatihan serta pembiayaan didukukng digitalisasi. Untuk meningkatkan ekposur dan UMKM Riau.
Juda mengatakan agar masyarakat mencintai pembeli dan produk anak bangsa untuk membuat UMKM maju Indonesia maju.
Sementara Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan, BBI dan BBWI merupakan suatu wadah untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan untuk memperkenalkan sektor pariwisata di Riau.
Gubri juga mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Riau sebagai salah satu tuan rumah BBI-BBWI di antara 9 provinsi lainnya. Disampaikannya, melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa UMKM di Riau sampai dengan Juli 2023, mampu meraup pendapatan sebanyak Rp47 miliar. Sementara melalui BBWI, mampu meraup pendapatan sebesar Rp18 miliar hingga Juli 2023.
"Alhamdulillah kita sudah berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu Rp50 miliar. Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat karena masih ada berbagai event pariwisata, yaitu pacu jalur tepatnya Agustus dan festival ekonomi kreatif di Bengkalis," kata Gubri.
Dia juga menyampaikan, pada tahun 2022 lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) mencapai 332.993 orang. Hasil tersebut, sebutnya, jauh melebihi target yang ditetapkan yaitu sebesar 63.739 Wisman.
"Sementara itu untuk kunjungan wisatawan nusantara pada 2022 mencapai 8.534.835 orang, jumlahnya melebihi penduduk Riau yang jumlahnya 6,6 juta orang. Kita akan terus melakukan pengembangan destinasi wisata di Riau, terutama destinasi wisata desa," jelasnya.
Gubri juga mengatakan, dalam pengembangan ekonomi kreatif, pihaknya telah melakukan pembinaan kualitas ekonomi kreatif, branding, serta melakukan optimalisasi Badan Riau Creative Network.
"Begitu banyak ekonomi kreatif Riau yang menembus pasar nasional maupun internasional, antara lain durian, kopi liberika, rotan dan tanjak," katanya.
"Kemudian, pemusik Riau yaitu Riau Rhythm juga sudah mendua ini, lalu ada designer muda kita, Irvan Asmara yang akan mewakili Indonesia di Paris, Perancis," imbuhnya.
Dalam rangka optimalisasi UMKM, jelas Syamsuar, Pemprov Riau bersama OJK dan BI telah menyiapkan serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM. Lalu juga melakukan kerja sama bersama TOP Brand.
"Melalui pelatihan ini dapat mendorong semangat pelaku UMKM, untuk berkembang dan berinovasi sebagai upaya menyorot fungsi ekonomi di Provinsi Riau," harapnya.
"Melalui harvesting Gernas BBI-BBWI 2023 mari berkolaborasi untuk meningkatkan sektor UMKM dan pariwisata dengan mengangkat kearifan lokal dan kekayaan daerah," ajaknya.
Pada kegiatan Harvesting Gernas BBI-BBWI di Kota Pekanbaru ini, terdapat sebanyak 160 booth UMKM dan 271 pelaku UMKM yang menjual berbagai produk khas Provinsi Riau dengan kategori kriya, fashion, makanan kering dan makanan basah. UMKM tersebut merupakan UMKM binaan Kementerian/Lembaga, Pemda, Pemkot, dan para mitra pendukung lainnya.
Pada rangkaian pembukaan Harvesting Gernas BBI-BBWI, juga disisipkan pemberian pernghargan dan hadiah kepada 5 (lima) UMKM Juara Terbaik pada Program Onboarding e-Commerce. (*)

