Kembalikan Marwah Melayu Riau, LAM dan LLMB Siap BersinergiÂ
Dok. Beritariau
Beritariau.com, Pekanbaru - Banyaknya persoalan yang kini terjadi di Riau menjadi bahan pemikiran dan kerisauan tersendiri bagi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dan juga Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Kepri dan Sumut.
Demikian yang terungkap dalam pertemuan silaturahmi antar kedua lembaga, Jumat (28/7/2023) di Pekanbaru.
Panglima Pucuk LLMB Dt. Ismail Amir dalam penjelasannya mengatakan kalau ini adalah pertemuan silaturrahmi dalam upaya mempererat hubungan LLMB dengan LAM Riau agar semakin dekat, lebih dekat untuk menjadi sahabat.
"Belakangan ini banyak hal yang menjadi perhatian kita di LLMB dan mungkin juga di LAM Riau, baik itu menyangkut isu-isu sosial, politik, hukum, ekonomi, konflik lahan dan sebagainya yang masih menjadi PR kita bersama untuk mencarikan jalan keluarnya," ujar Dt. Ismail.
Dia meyakini tidak semuanya bisa diselesaikan sendiri-sendiri baik oleh pemerintah, aparat penegak hukum, LAM, LLMB dan yang lainnya, intinya perlu bekerja sama untuk mengatasi masalah yang terjadi di tanah melayu ini.
"Yang terpenting menurut dia, selain sinergi tadi, bagaimana upaya mengembalikan marwah melayu ini yang kini sangat memprihatinkan, terutama bagaimana Pemerintah Pusat melihat dan memperhatikan Riau pada saat ini, dana bagi hasil, tenaga kerja dan lain-lain," ujarnya.
Makanya, melalui pertemuan ini Dt. Ismail menegaskan kalau LLMB siap menjadi perisai bagi LAM Riau dan upaya menjaga dan memelihara adat budaya Melayu di bumi lancang kuning ini.
Namun di sisi lain, dia berharap juga LAM Riau bisa memberikan petunjuk dan arahan kepada LLMB dalam menjalakan roda organisasi ini, ibarat pepatah seseorang tak bisa memangkas rambutnya sendiri, dia butuh orang lain.
Sementara itu, Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil menyambut baik kehadiran LLMB di LAM Riau, menurut dia apa yang disampaikan sejalan dengan apa yang dipikirkan oleh pengurus LAM Riau.
"Sama halnya juga, LAM Riau juga tidak bisa sendiri, harus berkordinasi dengan pemerintah daerah, dengan pihak-pihak lainnya dalam upaya menyesaikan persoalan Riau saat ini, karena kerisauan kita juga sama," tegasnya.
Datuk yang biasa dipanggil dengan TIJ ini juga mengulas banyak hal yang sudah dilakukan oleh LAM Riau dalam upaya menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Riau yang tentunya berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi LAM Riau.
Di sisi lain, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf, berharap ini bukan pertemuan yang pertama, pertemuan-pertemuan selanjutnya diharapkan bisa menguatkan sinergi antara LAM Riau dan LLMB.
"Saya mengapreasi kehadiran LLMB apalagi denga perkembangannya saat ini, dengan dukungan dari LLMB juga, saya yakin dan optimis kalau LAM Riau akan semakin kuat dan teguh dalam menjalankan tugas."
Menurutnya, LAMR bukan tempat acara berpantun, bukan pula tempat berbisnis, dia menegaskan tugas LAM itu berat, banyak persoalan yang harus diselesaikan dan dicarikan solusinya.
"Disamping menjaga adat dan budaya, kita berikan perhatian serius terhadap masalah narkoba, LGBT, konflik lahan dan masalah-masalah lainnya, makanya kita perlu dukungan dari semua pihak terutama dalam hal ini LLMB yang siap membantu," sebutnya. (*)

