Kasus Wanita Open BO Ditikam Pelanggan Membuka Tabir Maraknya Praktik Prostitusi Online di Pekanbaru

Kasus Wanita Open BO Ditikam Pelanggan Membuka Tabir Maraknya Praktik Prostitusi Online di Pekanbaru

Ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru  - Kasus penusukan wanita open BO di Hotel City Smart,  Selasa (08/04/2023) semakin membenarkan kalau bisnis prostitusi di Kota Pekanbaru selama ini benar adanya.

Tudingan kalau selama ini hotel-hotel di Pekanbaru dijadikan sarang prostitusi juga gak bisa dibantah, lantas seperti apa sebenarnya pengawasan terhadap keberatan hotel-hotel tersebut?.

Tak hanya Citysmart, beberapa penginapan lainnya seperti Sabrina, Parma, Hotel Holiday, De White, kerap menjadi sasaran pasangan ilegal untuk ajang kumpul kebo.

Beberapa penginapan itu tercatat dari tahun ke tahun sebelumnya hingga tahun ini memang kerap didapati pasangan pemuda terjaring razia penyakit masyarakat (Pekat).

Selain itu juga beberapa peristiwa merenggang nyawa yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir diantara beberapa penginapan tersebut.

Disebutkan salah satu mantan karyawan yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan, menyebutkan, beberapa penginapan itu milik inisial "SKWI". Menurutnya, tak jarang terdapat prostitusi terselubung ditempat ia bekerja beberapa tahun sebelumnya termasuk peristiwa berdarah dihotel Citysmart itu.

"Dipenginapan itu hampir rata-rata tamunya pemuda tanpa ikatan. Tak jarang ada pemuda belasan tahun, ada wanita penyedia sex melalui jasa michat, juga ada jasa sex yang memang menetap dipenginapan itu umur belasan tahun," ujarnya, Rabu (19/04/2023).

Menurutnya, beberapa pengelola terdapat menyediakan jasa seks umur tertentu untuk tamu dipenginapan itu. Biasanya via aplikasi ataupun berdasarkan permintaan.

Selain mengarah ke perlendiran, tidak jarang ditemukannya secara tidak sengaja jenis penggunaan alat untuk obat berupa bong dikamar mandi.

"Setiap bulan mereka itu setorannya, jadi ya aman-aman aja," tambahnya.

Uniknya lagi, katanya, tidak hanya sekali atau dua kali sepasang laki-laki masuk penginapan tersebut dengan pasangannya seorang pria.

Prof. DR. H. Akbarizan, M.Pd Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Pekanbaru, menanggapi hal itu mengatakan, Riau salah satu Provinsi destinasi syariah dari 5 provinsi lain. Aturan yang tidak baik tentunya meciderai marwah riau.

Riau akan kehilangan marwahnya jika tidak ada peran dari komponen masyarakat, pengusaha dan pemerintah.

"Inikan negeri melayu, melayu identik dengan islam, buatlah aturan yang baik agar marwah riau tetap utuh," mengutip konfirmasi singkatnya.

Sementara itu Kasat Polisi Pamong Praja, Zoelfahmi dihubungi dalam pemberitaan ini memilih diam meskipun pesan telah disampaikan. (*)