Proyek Pengembangan Masjid An-Nur Sudah Lewati Batas Kontrak Kerja Dikhawatirkan Mangkrak
Beritariau.com, Pekanbaru - Pelaksaan proyek di Masjid An-nur tak kunjung rampung hingga tahun 2023. Sementara itu pengerjaan proyek tersebut sudah melewati batas kontrak kerja.
Kegiatan itu merupakan fisik pengembangan kawasan berlangsung di masjid raya An-Nur, Jl. Hangtuah Ujung, Kec. Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, dengan nilai Rp. 40.724.478.972.13 dari APBD Provinsi Riau.
Dari beberapa survey di lokasi sekitar, terlihat semenisasi halaman luar, beberapa renovasi/rehab, pembersihan luas tanah yang belum rampung, dan bahan material proyek masih berserakan, serta kegiatan yang saat ini masih berjalan.
Dari informasi yang dirangkum Beritariau.com, beberapa pemasangan tiang payung dikabarkan diduga dengan kualitas tidak asli.
Selain itu dan dikabarkan adanya penambahan angka anggaran diluar nilai kontrak.
Di papan informasi, kontrak dimulai 20 Juli 2022, dengan masa pelaksanaan selama 160 hari kalender, dan massa pemeliharan selama 180 hari kalender, yang artinya telah lewat kontrak terhitung hingga saat ini.
"Bisa saja mereka beralasan pekerjaan diperpanjang. Udah pasti nanti beralasan karena faktor alam. Jika pekerjaan belum selesai, nanti bisa diperpanjang lagi, dari papan informasi anggaran cukup besar. Semoga saja tidak mangkrak," kata salah satu warga yang ditemui tidak jauh dari lokasi saat dimintai pendapat, Kamis, (23/02/2023).
Adanya perencanaan dan anggaran proyek tersebut sebelumnya diduga kuat ikut diselenggarakan Sekda Provinsi Riau, dan dilaksanakan oleh PT. Bersinar Jestive Mandiri, serta konsultan perencana CV. Gita Lestari, dibawah Dinas pekerjaan umum, penataan ruang PUPR Provinsi Riau.
Dikonfirmasi Sekda Provinsi Riau, SF Harianto melalui nomor teleponnya terkait perencanaan anggaran pembangunan tersebut tidak dapat dihubungi melalui nomor teleponnya. Berusaha mengkonfirmasi melalui pesan whatsaapnya, terdapat ceklis satu.
Terpisah Menghubungi Kabid Cipta Karya PUPR Provinsi Riau, Thomas, terkait keberlanjutan proyek tersebut melalui pesan Whatsaapnya di nomor 08773880**57 belum memberikan jawaban meskipun pesan telah disampaikan. (*)

