Siswa SMK Kesehatan GENUS Riau Ngeluh Tercekik Biaya

Siswa SMK Kesehatan GENUS Riau Ngeluh Tercekik Biaya

SMK Kesehatan Gema Nusantara (Genus), Pekanbaru.

Beritariau.com, Pekanbaru - Tingginya biaya pendidikan yang diterapkan pengelola SMK Kesehatan Gema Nusantara (Genus), dikeluhkan sejumlah siswa dan beberapa orang tua.

Informasi besarnya biaya pendidikan ini diungkap Wide Wiranti, selaku pemilik gedung sekolah SMK Kesehatan GENUS, berlokasi di Jalan Indrapuri Hangtuah, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

"Iba saya melihat orang tua tak sanggup kirim uang makan anaknya, karena disebabkan terlalu tinggi biaya sekolah SMK GENUS. Padahal pengelola membayar murah uang sewa gedung sekolah kita," kata Wide Wiranti kepada Beritariau.com, Rabu (20/7/2022).

Wide yang merupakan ahli waris dari pemilik gedung, mengaku miris dengan status orang tuanya yakni Almarhum Soermadhi Taher, merupakan tokoh pendidikan di Provinsi Riau.

Tingginya biaya pendidikan tersebut, kata Wide disampaikan murid dan orang tua, yang mengatakan, pihak sekolah menagih uang pembangunan sebesar Rp14 Juta.

Tentunya hal ini tidak sesuai dengan promosi yang dilakukan pengelola sekolah yang menjanjikan discount Rp7 juta bagi siswa yang berasal dari luar daerah.

"Saat menerima pendaftaran katanya biaya itu termasuk dua seragam sekolah, namun dua seragam lagi mesti bayar lagi. Untuk SPP diharuskan membayar Rp400 ribuan per bulan," ungkap Wide.

Keluhan lain yang ia terima, bahwa pengelola menjanjikan tidak akan memungut uang ujian. Namun, faktanya saat ujian tiba pihak sekolah kembali menagih.

"Kasihan orang tua susah kalang kabut yang telah ditipu pihak pengelola sejak awal. Bagi yang mampu tentunya tidak ada masalah, ini banyak yang bersekolah disini tidak mampu, bahkan pengelola tidak memberikan keringanan bagi anak yatim," ungkap Wide.

Wide juga memperlihatkan sejumlah bukti percakapan dengan murid yang mengeluhkan tidak diperkenankan menerima rapor apabila belum membayar SPP.

"Saya menerima aduan murid, bahwa rapornya ditahan karena belum bayar uang SPP dan uang ujian. Alasannya tidak gak sanggup membayar bayar lagi, karena diawal sudah bayar lebih kurang Rp10 juta. Akhirnya setelah keluhan saya sampaikan kepada kepala sekolah, barulah Rapor mereka dikembalikan," ujar Wide.

Karena segelintir permasalahan yang disebabkan pihak sekolah, menyebabkan almarhum ayahnya Soermadhi Taher, akhirnya membuat surat wasiat kepada Wide Wiranti agar pihak Yayasan sekolah itu meninggalkan gedung sekolah itu.

Kepala Sekolah Ketua Yayasan GENUS, Defi Endri dan Kepala sekolah SMK Kesehatan GENUS Riau, Rika Gusvita, yang dimintai keterangannya mengarahkan awak media untuk mengonfirmasi melalui Penasihat Hukumnya, Dr Yudi Krismen, SH MH.

Terpisah, Yudi Krismen yang dihubungi mengatakan, bahwa Wide Wiranti tidak memiliki urusan atau hak untuk mengomentari manajemen SMK Kesehatan GENUS Riau.

"Gak ada itu urusan dia, lagian mana ada sekolah kesehatan yang biaya murah," ujar Yudi.

Yudi beranggapan keluhan yang diungkapkan  Wide tersebut, seakan memburukkan pihak sekolah selaku mitra sewa gedung sekolah tersebut.

"Dia tidak punya hak mengomentari itu, seharusnya milik dia sudah disewa seharusnya dia bersyukur," ujarnya.***