BNN RI Temukan 6 Hektar Ladang Ganja di Aceh
ilustrasi.
Beritariau.com, Aceh - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menemukan ladang ganja seluas 6 hektar, terletak di dua titik tepatnya di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Setibanya di lokasi petugas langsung meratakannya dan kebun ganja tersebut dimusnahkan dengan cara dicabuti dan dibakar.
Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI mengatakan, berat tanaman terlarang yang dimusnahkan tersebut mencapai 10 ton.
"Tanaman ganja dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar. Pemusnahan ladang ganja ini bertepatan dengan hari antinarkotika internasional dan sebagai wujud nyata BNN dalam memerangi narkoba," kata Roy, Selasa (28/6/2022).
Roy menjelaskan, pemusnahan dilakukan 147 orang personil gabungan terdiri dari BNN, TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan Dinas Pertanian, dan instansi terkait lainnya.
Roy mengungkapkan, lokasi ladang ganja diketahui atas kerja sama antara BNN dan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Ladang tersebut berada di Dusun Alue ie Mudek, Desa Teupin Reusep dan Desa Blang Manyak, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara," ujar Roy.
Roy menceritakan, untuk dapat menuju lokasi ladang ganja. Pihaknya menemui jalan yang sulit dijangkau dan dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Sulit dijangkau karena lokasi ladang ganja berada di lereng bukit dengan ketinggian 50 dan 217 meter di atas permukaan laut (mdpl)," katanya.
Terakhir, kata Roy, saat kedatangan tim gabungan ke lokasi pihaknya tidak menemukan pelakunya.
"Saat ini tim sedang mengejar pelaku penanaman ganja tersebut untuk dijerat dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup," papar dia.
Kemudian, kedepannnya pihaknya dari BNN terus menggencarkan Program Grand Design Alternative Development (GDAD) yang bertujuan mengalihkan masyarakat menanam ganja ke tanaman lainnya.
"Tujuan pemusnahan tanaman ini untuk mencegah masyarakat menanam ganja sehingga produksi tanaman terlarang tersebut bisa turun di Provinsi Aceh," ujarnya.***

