Bullying di SMP N 38 Pekanbaru, Kadisdik Pekanbaru Assesment Murid

Penulis : admin | Senin, 11 November 2019 - 19:44 WIB

Kadisdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal | Beritariau.com2019

Beritariau.com Pekanbaru - Kasus perundungan atau bullying siswa SMP Negeri 38 Kota Pekanbaru masih terus bergulir. Orang tua korban sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, walau kejadian itu merupakan candaan sesama siswa, kasus itu akan terus berlanjut. Sebab, tindakan itu sudah menjurus ke kekerasan. 

"Walau pun ini bercanda tetapi kan ini tidak boleh dianulir lagi. Karena menjurus tindak kekerasan," kata Jamal, Senin (11/11/19). 

Kata Jamal, pihaknya sudah mempertemukan orang tua korban dan orang tua pelaku. Sedangkan tindakan sekolah, sudah membawa korban ke rumah sakit. 

"Kita sudah mempertemukan orang tua kedua belah pihak. Kita juga sudah membawa dan ambil tindakan ke rumah sakit," kata dia. 

Terkait kasus ini, kata Jamal, pihaknya menyerahkan ke pihak kepolisian. Sebab, orang tua korban sudah membuat laporan ke polisi. 

"Bagaimana prosesnya, karena orang tua sudah mengadu ke polisi silahkan, kita ikuti saja mana benar mana yang salah," kata dia. 

Ia juga menyebut, sudah memberikan pilihan kepada orang tua korban apakah tetap ingin sekolah di SMP Negeri 38 atau pindah ke sekolah lain. 

"Tentu kami memberikan kepada orang tua pilihan apakah tetap di sini atau ke sekolah lain kalau anak trauma. Tapi kemungkinan ke sekolah lain agar psikologisnya terjaga," jelasnya. 

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Provinsi Riau, untuk melakukan Assesment kepada pelaku. Hasil Assesment itu nantinya akan diketahui apakah pelaku perlu perlakuan khusus. 

"Kalau hasil assessment tidak bisa ke sekolah umum, kalau disarankan perlakuan khusus kita carikan sekolah khusus," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, kasus dugaan bullying yang terjadi di SMP N 38 Pekanbaru ini, diceritakan oleh orang tua korban, dr Rosilawati. Dokter yang dipanggil lala ini menceritakan kisah tragis yang menimpa anak ketiganya tersebut MFA, yang diduga diperlakukan tidak manusiawi oleh ketiga rekannya yakni MR, RY dan CL. 

Adegan dilakukan secara bergantian dan ada jeda dalam pemukulan tersebut. Ibu korban bahkan mengungkapkan sempat dihubungi oleh anaknya usai kejadian minta dijemput karena sakit. 

Lala saat itu menceritakan bahwa dirinya sedang lagi ramai pasien. Karena kesibukan itu, paman korban menjemput keponakan ke sekolah. Dari sana diketahui anaknya mengalami patah hidung dan harus mendapat penanganan medis di Rumah Sakit.

Dari keterangan anaknya tersebut, dia mendapat perlakukan tidak senonoh saat berlangsung jam belajar mengajar mata pelajaran Seni Budaya (SBY). Guru pada saat itu ada di depan kelas. 

Dari keterangan ibu korban diketahui juga bahwa sebelum mengalami patah hidung, anaknya dipukul menggunakan kayu dan ditinju di bagian lengan. Bahkan, anaknya sering di palak setiap hari.

Kejadian ini viral di media sosial. Terjadi pada hari Selasa (05/11/19). Pada hari itu langsung dilakukan tindakan operasi sampai hari Rabu (06/11/19). Kamis (07/11/19) dr Rosilawati resmi melaporkan kasus kekerasan ini ke Polresta Pekanbaru. Kasus ini kini tengah dalam penyidikan kepolisian. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :