Ajak Budayakan Kritik Dengan Semangat 4 Pilar

Jelang Inaugurasi Jokowi-Maruf, ini Sikap GAMKI Riau

Penulis : admin | Senin, 14 Oktober 2019 - 17:35 WIB

NOKEN - Ketua MPR RI Dikalungi Noken Oleh Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik Saat Pelantikan DPP GAMKI | Istimewa

Pekanbaru, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Riau, mengajak masyarakat khususnya Umat Kristen di Riau mensukseskan Inaugurasi Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi - Ma'ruf pada 20 Oktober 2019 mendatang. Sebagai Wadah Tunggal Nasional Organisasi Pemuda Kristen, GAMKI menyatakan sikap merespon perkembangan.

Hal itu disampaikan Ketua DPD GAMKI Provinsi Riau Roy Manurung, Senin (14/10/19) siang.

"Atas nama Pengurus dan Kader GAMKI se Riau, saya mengajak semua umat kristen di Riau ikut mensukseskan Inaugurasi Presiden dan Wakil Presiden RI," ujar Roy.

Ia mengajak Umat Kristen di Riau agar tak terlibat juga terprovokasi dengan segala bentuk Hoax dan Ujaran Kebencian yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.

"Hindari Hoax dan Ujaran Kebencian agar tercipta situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang kondusif. Sejarah di dunia mencatat bahwa, kejahatan akibat kebencian atau Hate Crimes, pasti didahului oleh Ujaran Kebencian atau Hate Speech. Kita harus hadapi ujian Bangsa di Era Pasca Kebenaran atau Post Truth Era ini," katanya.

Dijelaskannya, Ujaran Kebencian adalah serangan terhadap Agama, Etnis, Nasionalisme, Pemerintahan, Ras Kulit, Garis Keturunan, Jenis Kelamin, Afiliasi Politik, Pandangan Politik, Gaya Hidup, Golongan dan faktor-faktor Identitas lain.

"Kita harus ingat, bahwa 'kata-kata' bisa membunuh seperti 'peluru'. Pointnya adalah, marilah biasakan arif dan Bijaksana dalam mengelola sikap kritis kita. Yang dilakukan oleh GAMKI Riau saat ini, yaitu menularkan diskusi literasi berkarakter 4 Pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," tuturnya.

Misalnya, katanya lagi, sikap GAMKI Riau terhadap isu-isu terkini antara lain; UU KPK, RUU KUHP, Papua dan lainnya, juga keberatan atas beberapa pasal dalam UU KPK dan RUU KUHP. Tapi, tak serta merta harus kampanye 'Menolak'.

"Kita kritisi juga isu itu, ada pasal-pasal yang kita tidak sepakat dan telah kita salurkan dengan proporsional. Tapi untuk aksi, saya sudah sampaikan agar kader-kader GAMKI di Riau dan juga Pemuda Kristen tak usah ikutan. Freedom of Speech adalah sah, tapi berpotensi berdaya rusak tinggi jika tanpa semangat 4 Pilar," jelasnya.

Contohnya, jelasnya, Pengurus Pusat GAMKI saat Pelantikan DPP GAMKI beberapa hari lalu menyerahkan kritik, ide dan sikap GAMKI setebal 20 halaman kepada Negara melalui Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, yang didahului oleh pengalungan Noken.

Noken, memiliki makna Budaya dan Literasi di dalam kebudayaan asli Tanah Papua. Noken digunakan untuk membawa hasil perkebunan rakyat. Bahkan, untuk merawat anggota keluarga, membawa dan menyapih anak anak.

"Ketua Umum GAMKI, Kaka Willem Wandik, yang merupakan Putra Asli Papua, saat mengalungkan Noken kepada Ketua MPR menyatakan, 'dengan fungsinya yang begitu besar, secara simbolis penyerahan Noken ke Ketua MPR RI, menjadi pertanda bahwa, Rumah Besar bernama Indonesia menjadi titipan GAMKI kepada Ketua MPR dan juga kepada Pemimpin Nasional di Republik ini'. DPP GAMKI juga menerapkan kritik terhadap Negara ini dengan semangat 4 pilar," kata Roy.

Sebab, lanjutnya lagi, jika Umat Kristen  khususnya di Riau ikut-ikutan, masyarakat awam akan menilai aksi ini bukan hanya mengganggu jalannya Pelantikan Presiden dan Wapres RI, juga potensi menciptakan stigma tidak percaya kepada Pemerintah.

"Oke lah kalau kita yakin jika aksi kita on the track, tak berniat menjatuhkan Pemerintah. Tapi di Medsos yang sama-sama kita tahu Algoritmanya tidak memiliki hati, aksi kita nanti bisa 'dibajak' dan bisa dipersepsikan beda lagi. Bisa jadi Bias. Bukan jadi konstruktif, malah destruktif. Oleh sebab itu, kita sukseskan dulu Pelantikan Presiden dan Wapres RI lalu kawal dan kritik kebijakannya. Kita percaya pada TNI-Polri, khususnya Polda Riau disini menjaga situasi," katanya. (bam)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :