Polisi-KLHK Selidiki Lima Perusahaan Terkait Karhutla di Riau

Penulis : user | Jumat, 11 Oktober 2019 - 19:55 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia bersama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelidiki lima  perusahaan perkebunan sawit dan tanaman industri yang terindikasi terlibat Karhutla di Riau. 

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Mabes Polri Brigjen Muhammad Fadhil Imran dalam keterangan pers di Pekanbaru, Jumat mengatakan lima perusahaan itu adalah PT Gandaerah Hendana, PT RML, PT WSSI, PT BKM dan PT TKWL. 

Selama tiga hari terakhir, dia mengatakan penyidik Satgas Gakkum gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lima perusahaan yang menyebar di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Siak tersebut. 

Olah TKP digelar dengan melibatkan tim ahli kebakaran dan kerusakan lingkungan serta pusat laboratorium forensik Mabes Polri. Sejumlah barang bukti berupa sampel tanah yang terbakar dan flora serta fauna juga arang kayu bekas terbakar tak luput dari pemeriksaan penyidik. 

"Nanti hasil laboratorium keluar, setelah itu akan dilakukan gelar (perkara) tambahan," ujarnya. 

Lebih jauh, ia menuturkan jika lima perusahaan baik sawit dan hutan tanaman industri yang konsesinya terbakar itu mencapai 300 hektare. Setiap perusahaan terbakar secara variatif, mulai dari 40 hektare hingga lebih dari 100 hektare. 

"Ini masih penyelidikan dan pengambilan sampel. Kami sangat hati-hati karena ini termasuk scientific crime investigation. Hal-hal ini tidak mudah. Namun perkembangannya kami akan transparan dalam menyampaikan," ujarnya. 

Seperti misalnya PT Gandaerah Hendana, dia mengatakan bahwa lahan di perusahaan itu memang terbakar. Namun, dia mengklaim lahan yang terbakar telah diokupasi oleh masyarakat. 

Sementara itu, Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa penegakan hukum memang perlu dilakukan sebagai bentuk untuk menimbulkan efek jera. 

Dia mengatakan bahwa pembakaran lahan dan hutan merupakan kejahatan yang paling serius di bidang lingkungan hidup, karena berdampak langsung dengan kesehatan, sosial dan ekonomi masyarakat. Selain itu, dampak dari kebakaran juga berpotensi mengganggu hubungan diplomatik dengan negara tetangga dengan keberadaan kabut asap.

"Kita memahami Karhutla merupakan kejahatan sangat serius. Tidak ada kejahatan lingkungan lain yang lebih serius dari Karhutla. Karena dampak yang ditimbulkan langsung ke masyarakat," ujarnya.

Untuk itu Rasio mengungkapkan, pelaku akan dijerat dengan undang-undang berlapis. Diantaranya UU Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Perkebunan. 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :