PSPS Riau, Terseok di Awal Kompetisi Hingga Terancam Sanksi

Penulis : user | Senin, 24 Juni 2019 - 14:28 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - PSPS Riau, klub sepakbola profesional yang berkandang di Kota Pekanbaru harus terseok di awak kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2019/2020. Pada laga perdana yang digelar pada Sabtu (22/5) kemarin di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, klub berjuluk Askar Bertuah itu takluk ditangan Si Ayam Kinantan, PSMS Medan.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga, kalah dengan skor 3-2, kini PSPS Riau terancam sanksi akibat buntut dari pelemparan batu dan menyalakan flare oleh pendukung fanatik mereka. Adalah Curva Nord yang disebut-sebut sebagai biang aksi tidak terpuji itu.

Dalam insiden tersebut, bahkan seorang Polisi yang melakukan pengamanan harus terluka akibat lemparan batu. Anggota Sabhara Polresta Pekanbaru bernama Brigadir BP itu harus menjalani perawatan akibat luka bagian bawah mata.

Lantas, apa yang menyebabkan supporter fanatik PSPS Riau, yang selama ini loyal mendukung klub kebanggaan mereka justru terlibat aksi tersebut.

Old Ultras Dolly San David kepada Kumparan mengakui bahwa mereka kecolongan dengan aksi segelintir anggotanya itu. Namun, dia memastikan pertandingan berjalan dengan baik meski sempat dihentikan.

"Kita akui kecolongan dengan aksi itu. Namun saya bisa jelaskan bahwa situasi tersebut tidak seseram seperti yang dibayangkan. Contohnya pertandingan berjalan hingga akhir dan kita sambut Smeck Hooligan (pendukung PSMS Medan) dengan sangat baik dan tertib," kata Dolly.

Dolly mengatakan secara kualitas PSMS Medan lebih layak menang dibandingkan klub kesayangan mereka. Mereka mengakui perbedaan kelas itu.

Namun, aksi yang berpotensi berhadiah sanksi dari komisi disiplin PSSI itu merupakan buntut kekecewaan panjang terhadap pengelolaan PSPS Riau. Selain itu, pendukung juga sangat kecewa dengan dukungan pemerintah provinsi Riau dalam mengentaskan permasalahan finansial klub dengan yang berkandang di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai itu.

Secara umum, Dolly selaku salah satu senior di Curva Nord mengatakan pendukung tidak berharap gelontoran uang dari pemerintah. Namun, pemerintah provinsi dapat menjadi malaikat penyelamat dengan mendorong perusahaan-perusahaan yang selama ini menggali kulit dan perut Bumi Riau dalam mendukung PSPS Riau.

Sebenarnya, kata Dolly, Gubernur Riau Syamsuar serta Wakil Gubernur Riau Edy Natar telah berusaha menjembatani PSPS Riau dengan enam perusahaan swasta raksasa di Riau. Itu dilakukan sekitar dua bulan lalu, tepat sebelum Ramadhan.

"Saat itu pesan Pak Gubernur jelas agar perusahaan membantu PSPS Riau," ujar Dolly yang kala itu turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Namun, pesan hanya sekedar pesan dan janji juga tak terpenuhi. Baik pemerintah dan juga perusahaan hingga waktu kick off pertandingan dimulai tak kunjung ada hasil.

Bahkan, hingga Pertandingan perdana Sabtu kemarin, PSPS Riau masih tidak mengantongi sponsor sama sekali. Dampaknya, gaji pemain tidak terbayar dan sangat jelas mempengaruhi mental para pemain saat bertanding. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :