Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Belasa Kilo Sabu asal Malaysia

Penulis : user | Senin, 03 Juni 2019 - 22:05 WIB

Jajaran Polda Riau menangkap Belasan kilogram sabu di wilayah Bengkalis

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah Riau kembali mengungkap sindikat narkoba di wilayah pesisir Kabupaten Bengkalis dengan menyita barang bukti sebanyak 12 kilogram sabu-sabu serta 12.800 butir pil ekstasi dari tangan dua tersangka.

Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Riau AKBP Andri Sudarmadi di Pekanbaru, Senin mengatakan sindikat yang berhasil diungkap tersebut diduga kuat terlibat jaringan narkoba asal Malaysia dengan memanfaatkan perairan Pulau Rupat, Bengkalis sebagai pintu masuk.

"Para pelaku dan asal barang ini diduga kuat merupakan jaringan internasional yang masuk melalui pelabuhan tikus di Bengkalis untuk kemudian dikirim ke Pekanbaru," kata Andri.

Dia menjelaskan kedua tersangka yang berhasil dibekuk dalam pengungkapan di dua tempat kejadian perkara (TKP) tersebut masing-masing berinisial KAN alias Irul (28) warga Kabupaten Rokan Hulu dan Marzuan alias Zuan (25) warga Rupat, Bengkalis.

Andri yang sebelumnya juga berhasil menggagalkan penyelundupan 10 kilogram sabu-sabu berikut puluhan ribu pil haram dari enam tersangka di akhir April 2019 di Bengkalis itu mengatakan dua tersangka ini juga memiliki modus yang sama dari pengungkapan sebelumnya.

Mereka sama-sama membawa narkoba dari negeri Jiran dalam jumlah besar dengan memanfaatkan panjang garis pantai yang belum dijaga secara maksimal. Selanjutnya narkoba dikirim ke Kota Pekanbaru melalui jalur darat. Jenis dan kemasan serbuk haram juga diduga sama dari sejumlah kasus sebelumnya dengan ciri-ciri dan identitas dibungkus teh bertulis aksara China.

Dia merincikan, dalam pengungkapan ini, tersangka pertama yang berhasil dibekuk adalah Irul. Dia dibekuk jajaran Diresnarkoba Polda Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis pada 16 Mei 2019 lalu.

Irul ditangkap berikut barang bukti berupa 12 bungkus sabu dengan berat masing-masing satu kilogram. Sabu itu dibungkus rapi dalam kemasan Teh China warna hijau dengan tulisan Qing Shan. Selain itu turut disita 12.800 butir pil ekstasi beragam bentuk mulai dari logo mata uang euro, Rolex, hingga tulang ikan.

Barang bukti narkoba diatas diangkut tersangka menggunakan sepeda motor matik menuju Pekanbaru. Sebuah upaya terbilang nekat karena selama ini para bandit narkoba kerap menggunakan roda empat hingga kendaraan mewah guna mengelabui petugas.

Dalam penangkapan itu, Polisi hanya berhasil menangkap Irul. Meski pada saat bersamaan Zuan juga sedang bersama tersangka pertama tersebut. Namun, Zuan berhasil melarikan diri ke hutan saat penangkapan berlangsung.

Pelarian Zuan tidak berlangsung lama setelah Polisi melakukan pengembangan dan pengejaran. Berkat informasi dari anggota Bhabinkamtibmas Bengkalis yang melihat seorang pria mencurigakan di sekitar Jembatan Sungai Siput. Informasi itu langsung ditindaklanjuti dan benar saja ternyata pria itu adalah Zuan yang terlunta-lunta terjebak dalam hutan bakau setelah sebelumnya melarikan diri.

Para tersangka narkoba tersebut saat ini telah dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Riau guna pengusutan dan pengembangan perkara lebih lanjut.

Bengkalis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau. Kabupaten itu terdiri dari pulau-pulau yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran tersibuk di Dunia, Selat Malaka. Selama ini, Bengkalis dikenal sebagai surganya para penyelundup narkoba. Pulau itu  menjadi sasaran empuk para sindikat narkoba, yang mayoritas melibatkan warga negara asing menyelundupkan serbuk haram sabu, ekstasi dan lainnya untuk kemudian diedarkan ke kota besar di Pulau Sumatera hingga Jawa.

Sementara beberapa pekan sebelumnya, Polda Riau juga berhasil menangkap enam tersangka sindikat penyelundupan dan peredaran narkoba di Bengkalis dengan total barang bukti mencapai 10 kilogram sabu-sabu serta 26.000 bukti pil ekstasi dan Happy Five.

Penangkapan enam tersangka, termasuk seorang diantaranya melibatkan wanita muda tersebut merupakan hasil penyelidikan dan pengungkapan sepanjang akhir April hingga Mei 2019 ini.

"Ada tiga TKP (tempat kejadian perkara) berbeda untuk mengungkap sindikat berikut enam tersangka ini," katanya.

Dia menuturkan pengungkapan pertama diawali informasi akurat akan adanya pengiriman narkoba dari wilayah pesisir Riau, Bengkalis menuju Kota Pekanbaru via jalur darat. Laporan itu langsung didalami jajaran Ditresnarkoba yang langsung dipimpin oleh mantan Kapolres Banyuasin tersebut.

Sesampai di Bengkalis, tim segera bergerak mengumpulkan informasi. Hasilnya diperoleh petunjuk satu unit kendaraan target Toyota Fakta BM 1961 TE yang diduga memuat barang haram. Mobil tersebut ditemukan saat parkir di salah satu hotel di Kota Bengkalis, Pulau Bengkalis.

Keesokan harinya, mobil bergerak dan menuju ke Pelabuhan Penyeberangan RoRo Bengkalis dengan tujuan Sungai Pakning. Andri meminta anggotanya melakukan pembuntutan.

Sedikitnya ada tiga tim yang bertugas melakukan pembuntutan dan pengintaian itu. Tim pertama pemantau di pelabuhan RoRo, tim kedua yang bertugas melakukan pembuntutan hingga tim yang sudah menunggu melakukan aksi penghadangan.

Setelah kurang lebih lima jam lamanya melakukan pembuntutan yang melelahkan, tim berhasil melakukan penghadangan di wilayah Jalan Lintas Pakning-Siak, tepatnya di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.

"Dari hasil penghadangan, berhasil diamankan tiga orang tersangka berikut tiga buah tas berisi enam kilogram sabu-sabu, 5.162 ekstasi dan 10.000 butir Happy Five," ujarnya.

Andri menjelaskan ketiga tersangka pertama yang berhasil dibekuk itu adalah Tomi J Pisa (38), Rudi Setiawan (40) dan Yutrismanzai (29). Mereka merupakan warga asal Bengkulu dan nama terakhir warga asal Kota Pekanbaru.

Dari pengungkapan pertama, Polisi kembali melakukan pengembangan. Kali ini, tongkat komando operasi langsung dipimpin oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Suherman.

Hasilnya, Polisi berhasil menangkap dua tersangka lainnya dengan barang bukti narkoba dalam jumlah lebih besar. Total empat kilogram sabu-sabu berikut 6.000 pil ekstasi dan 4.650 pil happy Five berhasil disita dari dua tersangka. Berbeda dari penangkapan pertama, penangkapan kedua ini berlangsung cepat yang berlokasi di parkiran kendaraan bermotor Pelabuhan RoRo Pulau Bengkalis.

Dua tersangka yang berhasil dibekuk adalah Benny Lasmana alias Beni (34) dan Rangga Alias Jep (21). Kedua tersangka merupakan warga Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Lebih jauh, Andri mengatakan pengungkapan di Bengkalis diakhiri dengan ditangkapnya seorang wanita muda bernama Nur Hafiza alias Icha (27). Andri menyebut Icha diduga pemain utama dalam sindikat ini yang berperan sebagai penyalur sabu-sabu untuk lima tersangka pria diatas. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :