Kampar Berpotensi Terendam Banjir

PLTA Koto Panjang Buka Tiga Pintu Air

Penulis : user | Minggu, 04 November 2018 - 18:00 WIB

Penampakan Debit Air Sungai Kampar yang Meningkat

Beritariau.com, Pekanbaru  - Badan Penanggulangan Bencana Daearah (BPBD) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menetapkan status awas pasca pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang menyusul meningkatkan debit air di bendungan tersebut hingga harus membuka sedikitnya tiga pintu air, Minggu siang. 

"Untuk saat ini kita masih status awas. Namun kita terus memantau debit air selama 12 jam ke depan pasca pembukaan pintu air. Perkiraan kita bakal ada peningkatan tinggi air sungai Kampar hingga 20 sentimeter pasca dibukanya PLTA Koto panjang," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar, Adi Chandra di Pekanbaru, Minggu. 

Operator PLTA Koto Panjang memutuskan untuk membuka tiga pintu pembuangan air menyusul meningkatkan debit air di waduk tersebut dalam beberapa hari terakhir. 

Pembukaan itu dilakukan pada pukul 14.00 WIB tadi setelah debit air mencapai level tertinggi yakni 82,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). 

Pintu air yang dibuka diantaranya adalah pintu satu, tiga dan lima. Hingga sore ini, ketiga pintu air itu masih terus dibuka dan mengucurkan air cukup deras untuk dibuang ke Sungai Kampar. 

Sementara itu, sedikitnya 11 desa yang berlokasi di sepanjang Sungai Kampar berpotensi terendam banjir menyusul dibuka tiga pintu air tersebut. 

11 desa yang menurut BPBD Kampar harus siaga tersebut adalah Desa Merangin, Desa Lereng, Desa Pulau Terap, Desa Pulau Balai, Desa Pulau Jambu, Desa Kuok, Desa Ranah, Desa Tambang, Desa Limau Manis, Desa Padang Mutung dan Desa Tanjung Berulak.

Adi memperkirakan selama 12 jam ke depan, debit air di Sungai Kampar akan terus mengalami peningkatan dan berpotensi merendam sebagian besar desa-desa tersebut. 

Kondisi itu diperparah dengan tingginya curah hujan yang belakangan terjadi di Kabupaten Kampar. Ia menjelaskan jika hujan lebat terjadi bersamaan dengan pembukaan PLTA Koto Panjang, maka dikhawatirkan banjir besar yang terjadi pada 2016 silam akan terulang. 

Saat itu, ribuan rumah di sepanjang daerah aliran sungai Kampar terendam banjir dan memaksa warga desa harus mengungsi. 

"Kami khawatir kondisi 2016 terulang kembali. Tapi saya yakin dengan persiapan yang baik dan kesigapan kita semua mudah-mudahan bisa diatasi," tuturnya.

Lebih jauh, Adi menjelaskan saat ini pihaknya telah menyiapkan segala bentuk bantuan peralatan penanganan banjir seperti tenda, perahu dan dapur darurat. 

"Kita tinggal menunggu perintah dari atasan untuk mendirikan posko pengungsian yang bakal ditempatkan di Lapangan Merdeka, Bangkinang," jelasnya.

Sementara itu, hingga sore hari ini Adi menjelaskan aktivitas masyarakat terpantau masih normal. BPBD Kampar juga terus mengintensifkan komunikasi dengan aparat desa pasca pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang. 

"Aktivitas masyarakat masih terpantau normal. Tapi petani keramba tampak mulai memimnggirkan keramba mereka setelah pintu air dibuka," tuturnya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :