Nelayan Rokan Hilir Temukan Senapan M16 Buatan1960

Penulis : user | Selasa, 16 Oktober 2018 - 21:48 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎ Dua orang nelayan jaring menemukan satu pucuk senjata laras panjang jenis M.16 tanpa magazen dengan nomor senjata 0000575. 

Senjata itu ditemukan tersangkut di jaring mereka yaitu di sekitar perairan Tanjung Bangsi Kabupaten Labuhan Batu dengan koordinat 2°44'19"N 100°13'40"E. 

Senjata temuan nelayan Panipahan tersebut kemudian diserahkan ke TNI Angkatan Laut dalam di Pos Angkatan Laut (Posal) Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 

Danposal Panipahan berkoordinasi dengan Danposramil Panipahan diteruskan ke Kodim Rohil, Koramil Kubu dan Posramil Panipahan. 

Setelah kordinasi, kesatuan TNI di Rohil merasa tidak pernah kehilangan senjata laras panjang jenis M16 seperti yang ditemukan. Demikian juga hasil koordinasi dengan pihak Polsek Panipahan bahwa senjata laras panjang jenis M16 bukan senjata organik Polri. 

Senjata M16 temuan tersebut akhirnya dibawa ke Mako TNI Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai untuk dilakukan pengecekan dan pemeriksaan. Hasilnya dinyatakan bahwa senjata tersebut bukan milik TNI AL.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino setelah mendapat laporan dari Danposal Panipahan memerintahkan untuk membawa dua orang nelayan yang telah menemukan Senjata tersebut ke Mako Lanal Dumai. Atas perintah Panglima Koarmada 1 kedua nelayan tersebut diberikan penghargaan. 

"Penghargaan yang diberikan kepada dua orang nelayan Panipahan bernama Afrizal dan Misdi dilaksanakan bersamaan dengan dilaksanakannya acara Ramah Tamah kenaikan pangkat Prajurit Lanal Dumai di gedung Wijaya Kusuma Mako Lanal Dumai," ujar Yose, Selasa (16/10/2018).

Yose menyampaikan ucapan terimakasih kepada Afrizal dan Misdi, karena penemuan itu langsung diserahkan ke Angkatan Laut. Dia merasa senang karena masyarakat memiliki kepercayaan terhadap TNI AL. Yose khawatir senjata itu bakal disalahgunakan orang jika jatuh ke tangan yang salah.

"Ini merupakan salah satu indikator masih tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI AL. Coba dibayangkan apabila senjata tersebut jatuh ketangan orang yang salah, kemungkinan besar senjata tersebut bisa  disalahgunakan," kata Yose.

Yose menyebutkan, pihaknya akan selalu senantiasa meningkatkan hubungan komunikasi yang baik kepada masyarakat, khususnya yang terkait di bidang keamanan laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir Provinsi Riau.

M16 masuk ke dalam TNI pada sekitar tahun 1970an ketika kerjasama militer dan politik antara Indonesia dengan Amerika Serikat sedang romantis. 

‎Ketika itu, terjadi penggantian besar-besaran senjata personal terutama di angkatan darat. Ada 100 batalion yang mendapatkan senjata M16 sebagai pengganti senjata buatan Soviet seperti Ak47.

Saat ini M16 masih digunakan oleh TNI baik dalam latihan maupun sebagai senjata bagi pasukan teritorial seperti di Kodim dan Koramil.

 M16 dikenali sebagai senapan dengan kaliber 5,56 mm. Senjata laras panjang itu adalah sebutan militer Amerika Serikat untuk senapan AR-15 .

Senapan M16 menembak menggunakan Magazen 5.56x45mm dan dapat menghasilkan efek melukai besar ketika dampak peluru pada kecepatan tinggi dan patek dalam jaringan menyebabkan fragmentasi dan cepat mentransfer energi.

Senapan M16 mulai digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat dan telah dikerahkan untuk operasi perang hutan di Vietnam Selatan pada tahun 1963. Senjata itu menjadi senapan standar AS dari Perang Vietnam pada tahun 1969, menggantikan senapan M14 dalam perang tersebut. Tentara AS masih mempergunakan senapan M14 di Conus, Eropa, dan Korea Selatan hingga tahun 1970. 

Sejak perang Vietnam, keluarga senapan M16 telah menjadi senapan utama infanteri militer AS. Dengan variannya M16A1, M16A2, M16A3, dan M16A4, dan telah digunakan oleh hampir seratus negara. 

‎Untuk produksi di seluruh dunia, jumlah senjata M16-gaya sejak awal desain sebanyak sekitar 8 juta pucuk, sehingga senjata api yang paling banyak diproduksi dalam kalibernya. [ard]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :