Kejari Pekanbaru Teliti Berkas Lurah Tirta Siak Terlibat Pungli SKGR

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Agung Irawan

Beritariau.com, Pekanbaru - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru, kembali menyerahkan berkas perkara kepada Kejaksaan Tinggi Pekanbaru, dalam kasus pungutan liar pengurusan SKGR, yang melibatkan Aris Nardi, Lurah Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Selanjutnya, berkas perkara itu akan dilakukan penelaahan oleh penyidik di Korps Adhyaksa itu dalam waktu 7 hari.

Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Agung Irawan, Rabu (24/11/2021) menjelaskan, berkas perkara diserahkan hari ini oleh penyidik Polresta Pekanbaru.

"Hari ini kami kembali menerima berkas perkara dengan tersangka oknum lurah AN," jelas Agung Irawan.

Selanjutnya, berkas akan kembali diteliti untuk memastikan kelengkapan syarat formil dan materilnya. 

"Penyerahan berkas ini kali kedua. Berkas sebelumnya kami kembalikan. Dan berkas yang diserahkan hari ini akan ditelaah selama 7 hari ke depan," ujar Agung.

Aris Nardi zendii ditangkap pada Rabu (22/9/2021) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. Melalui pengembangan paska penangkapan orang kepercayaannya, saat mengambil uang (pungutan) dari masyarakat untuk pengurusan tanah.

Pengakuan korbannya, awalnya dimintai uang sejumlah Rp3,5 juta untuk pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tanah. Namun, ia hanya menyanggupi Rp3 juta. 

Setelah sepakat, lalu diadakan pertemuan dengan Aris Nardi mengutus perempuan merupakan orang kepercayaannya, untuk menerima uang dari korban.

Saat serah terima, aparat kepolisian yang datang langsung menangkap orang kepercayaannya dan kemudian menangkay Aris Nardi.

Setelah sepekan penangkapan, penyidik yang mulai melakukan langsung menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan dikirimkan ke Kejari Pekanbaru. 

Kemudian, Kejaksaan Negeri Pekanbaru, menunjuk beberapa orang Jaksa sebagai Penuntut Umum yang akan mengikuti perkembangan proses penyidikan.

Selanjutnya,  di bulan Oktober 2021 lalu, Jaksa menerima berkas perkara untuk dilakukan penelaahan. Hasilnya, Jaksa menyatakan berkas perkara belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik ditambah beberapa petunjuk.

Dinyatakan P-19 itu, penyidik kembali berupaya melengkapi berkas perkara Aris Nardi. Yakin telah lengkap, penyidik kembali melimpahkan berkas perkara ke Jaksa.***