Prapid Pengusaha Travel Umroh Ditolak, Hakim : Silahkan Lanjutkan Pengusutan

Kompol Juper Lumbantoruan.

Beritariau.com, Pekanbaru - Sidang Praperadilan yang dipimpin hakim tunggal, Tommy Manik SH, Rabu (15/9/2021) menolak upaya yang ditempuh DT. Pengusaha umroh yang dibuate tersangka oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru, belum kama ini.

Bahkan, Hakim dalam Amar putusan meminta agar terus mengusut perkara dugaan penganiyaan yang dilakukan DT dan teman-temannya terhadap Jevi Martin.

Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru menyatakan penetapan tersangka terhadap DT sah dan sesuai prosedur hukum berlaku.

"Menolak keseluruhan gugatan yang diajukan pemohon atas penetapan tersangka oleh termohon (Polresta Pekanbaru)," ujar hakim Tommy Manik SH.

DT mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Pekanbaru, terhadap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru. Karena menilai penetapan dirinya sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap dirinya tidak sah.

"Dengan demikian pengusutan perkara dilanjutkan," kata Hakim.

Penganiayaan itu sendiriam terjadi di lokasi Angel's Wing Bar and Longue. Ahad (15/6/2021).

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Juper Lumban Toruan menjelaskan, laporan dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama ini diterima pihaknya pada Selasa (17/9/2021) dua hari setelah kejadian

Kronologisnya, pada Ahad (15/6/2021) sekitar pukul 22.52 WIB  terlapor bersama teman-temannya ke ke Angel's Wing, lalu memesan minuman.

Asyik minum hingga sekitar pukul 02.00 WIB, karyawan Angel's Wing akan menutup tempat tersebut dan mematikan lampu. Karena memang waktu operasional sudah habis.

Namun tindakan itu tidak diterima DT dan kawan-kawan, hingga ditegur. Namun, karena jawaban yang karyawan (Jevi Martin) kasar, sehingga terjadi penganiayaan.

Esoknya, Senin (16/6/2021), pihak Angel's Wing menjembatani untuk dilakukan pertemuan dan mediasi antara pelapor dengan terlapor di Karambia Kafe lantai 2, tapi korban dianiaya lagi.

Dalam kasus ini diterangkan Juper, polisi juga telah mengamankan barang bukti. Diantaranya pecahan gelas kaca yang digunakan untuk melakukan penganiayaan. Kemudian ada pula rekaman CCTV di TKP yang disita petugas.

Juper mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, dengan dilakukan pemeriksaan atau introgasi terhadap saksi pelapor, terlapor dan saksi lainnya, maka kasus ini ditingkatkan ke penyidikan.***