Bapak Cabuli Anak Kandungnya Gagal Kabur

Kapolsek Kerinci Kanan AKP M Reza, SIK, MH dan jajaran saat memperlihatkan tersangka pencabulan anak kandungnya dan barang bukti.

Beritariau.com, Pekanbaru - Proses hukum sudah menanti pria inisial IAS, akibat secara bejat melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri. Ia gagal kabur setelah ditangkap tim Opsnal Polsek Kelinci Kanan, Senin (13/9/2021) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Pria bejat ini ditangkap saat akan mengurus surat dan administrasi kepindahan di Jalan Raya Pertamina Rawangkao, Kecamatan Lubuk Dalam, saat sedang melintas mengendarai sepeda motornya.

"Ditanya (interogasi) di tempat penangkapan pelaku mengakui perbuatannya," Kapolsek Kerinci Kanan AKP M Reza, SIK, MH.

Menurut pengakuan pelaku, tutur Reza, ia melakukan perbuatan mencabuli anak kandungnya sendiri, karena mengikuti bisikan (ghaib) yang didengarnya.

"Saat diinterogasi, katanya dapat bisikan (ghaib)," lanjut Reza.

Perbuatannya terjadi di Areal Perkebunan Kelapa Sawit Kampung Delima Jaya SP.1 Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak pada hari Jumat (6/8/2021) malam sekitar pukul 21.00 WIB. 

Kemudian terungkap, setelah beberapa hari memendam rasa kecewa bapaknya, sekitar pukul 22.00 WIB, hari Selasa (24/8/2021). Datang sambil menangis, DN, menceritakan hal bejat yang dilakukan bapaknya, kepada nenek dan tantenya.

Kaget mendengar pengakuan cucunya, seketika emosi neneknya sampai diubun-ubun, langsung pergi ke rumah pelaku. Namun, tidak ditemukan dan sudah melarikan diri. 

Masih tidak terima, nenek DN, menemui Kepala Desa, RT, dan RW dan didampingi melaporkan tindakan bapak cucunya ke Polsek Kerinci Kanan. 

Tersangka yang sudah diamankan, saat ini ditahan di Mapolsek Kerinci Kanan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Reza mengatakan, atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 ayat (1) atau (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 76D dan atau Pasal 76E UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI NO. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancamannya hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya Reza.***