Perpecahan KNPI di Provinsi Riau

GMKI dan GAMKI tidak ikut Peserta Musda KNPI Riau versi Manapun

Penulis : admin | Kamis, 01 April 2021 - 17:09 WIB

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)

Beritariau.com, Pekanbaru - Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Riau, sebagai salah satu Pendiri KNPI, menyikapi memanasnya eskalasi Kepemudaan di Provinsi Riau terkait Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Provinsi Riau yang digelar secara berentetan dari berbagai versi.

"GMKI dan GAMKI di Riau kompak memutuskan tidak ikut menjadi Peserta dalam Musda KNPI versi manapun yang digelar di Riau. Kita sudah mengambil sikap bersama dengan GMKI. Sebagai salah satu Organisasi Pendiri KNPI, kami rasa sikap ini perlu diambil," ungkap Ketua DPD GAMKI Provinsi Riau, Roy, dalam siaran persnya, Kamis (01/04/21).

Sikap ini, katanya, telah diputuskan sejak awal, baik dari Musda yang digelar kubu Ketua Umum Haris Pertama bulan lalu, hingga Musda yang berlangsung hari ini, di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, yang digelar oleh 3 Kubu berbeda.

"Sejak Musda kubu Haris Pertama di Hotel Labersa bulan lalu hingga hari ini kami (GMKI dan GAMKI) sepakat tidak menjadi bagian dari Peserta. Sikap ini kami ambil karena memprediksi situasi mungkin tidak kondusif dan cenderung mengarah ke perpecahan Pemuda di Riau yang selama ini terkenal Solid," ucap Koordinator Wilayah (Korwil) XIII GMKI (Riau, Sumbar, Kepri), Hermanto Sinaga, menimpali.

Selaku Korwil GMKI, kata Hermanto, Musda KNPI di tingkat Provinsi adalah kewenangan dan tanggungjawab Korwil sesuai Peraturan Organisasi di GMKI.

"Maka, saya memutuskan untuk tidak ikut. Untuk Musda hari ini di Pelalawan kami sudah layangkan Surat Pemberitahuan dan Pernyataan Sikap ke Panitia. Kami harap sikap kami dari GMKI selaku anggota Kelompok Cipayung dan GAMKI bisa dihargai oleh kubu manapun," tegas Hermanto.

Roy memaparkan, sikap untuk Musda KNPI Riau ini secara khusus diambil sesuai tingkat kewenangan masing-masing dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Aspek paling utama adalah kondusifitas.

"Ini kan kawan-kawan semua. Di versi ini ada kawan, disana itu ada kawan juga. Secara pribadi saya punya sikap. Tapi daripada pusing-pusing, wibawa organisasi harus dijaga, maka, organisasi kita di tengah-tengah aja. Jadi kubu A kita hargai, kubu B juga kita hargai. Nah, kawan-kawan yang ada di berbagai kubu ini juga kita harapkan menghargai OKP kita juga. Dan saya rasa, Forkopimda Riau juga sudah mencermati hal ini dalam setiap langkah dan gerakannya," ucapnya.

Menurutnya, secara umum seluruh OKP pasti ingin adanya satu KNPI yang disahkan dan diakui oleh negara. Sebab itu, Pemerintah sebaiknya menemukan cara yang tepat membuat KNPI bersatu dengan asas demokrasi.

Seperti diketahui, Bulan lalu, KNPI versi Haris Pertama menggelar Musda Provinsi di Hotel Labersa, Kabupaten Kampar dan pesertanya memilih Fuad Santoso sebagai Ketua.

Hari ini, 3 Kubu KNPI Pusat membuat Musda Provinsi di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dan pesertanya memilih Wakil Bupati Pelalawan Terpilih, Nasarudin sebagai Ketua.

Dengan kondisi ini, Provinsi Riau memiliki 2 Ketua KNPI dari versi berbeda alias Dualisme KNPI Riau. (rls)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :