Sekolah Tatap Muka, DPRD : Tetap Patuhi Prokes

Penulis : admin | Selasa, 17 November 2020 - 16:54 WIB

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri S.Sos

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri mendukung, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai memberikan izin untuk belajar dengan tatap muka.

Meski saat ini baru untuk SMP, namun diharapkan tetap menerapkan SOP dengan standar protokol kesehatan (prokes) yang berlaku. Karena meski jumlah kasus landai, namun bukan berarti teror covid-19 berakhir.

"Kami mendukung kebijakan ini, sekolah tatap muka jauh lebih baik dari pada sistem daring, " kata Aidil kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

Disampaikan Aidil, belajar dengan menggunakan jaringan internet banyak mendapat keluhan dari walimurid. Dan yang jelas menjadi tambahan biaya keluar. Yang sangat menjerit itu adalah kalangan berpenghasilan rendah.

Setelah hampir delapan bulan proses belajar mengajar menggunakan sistem daring, dengan sekolah tatap muka yang sudah dibuka ini, disarankan Aidil, Pemko harus mengawasi betul prosesnya dilapangan sesuai SOP yang berlaku.

Disebutkannya juga, apa yang sudah menjadi ketentuan yang sudah ditegaskan Pemko diminta untuk dapat dilaksanakan, seperti surat izin dari orang tua. "Penerapan prokes, seperti menggunakan masker, berjarak, lalu tempat cuci tangan harus diutamakan, " ungkapnya.

Tidak hanya itu, Aidil juga menyarankan jam belajar harus juga dipertimbangkan. Artinya tidak terlalu lama di sekolah. "Harus saling mengingatkan agar tidak menjadi klaster baru setelah sekolah tatap muka dibuka, " katanya.

Ditegaskan Aidil juga, dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru agar sama-sama mendoakan pandemi covid-19 segera berakhir. "Semoga pandemi ini segera hilang, dan semua aktifitas kembali pulih seperti sediakala, " harap Aidil.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memutuskan memulai sekolah tatap muka karena melihat eskalasi kasus positif Covid-19 yang melandai di Pekanbaru. Namun, sekolah tatap muka yang dilakukan terbatas dan tidak seperti biasanya.

Sekolah tatap muka pada tahap awal ini hanya ditujukan bagi sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Pekanbaru.  SMP yang memulai sekolah tatap muka ini pun harus melalui proses survei kelayakan, untuk dapat melaksanakan sekolah tatap muka oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru.

Untuk tahap awal, Pemko Pekanbaru hanya menerapkan sekolah tatap muka separuh dari total 45 SMP negeri yang ada di Pekanbaru, atau sekitar 23 SMP negeri. "Kita uji coba separuh dulu. Artinya tidak seluruh SMP negeri yang buka. Kita utamakan bagi SMP negeri yang berada di daerah pinggiran," terang Pj Sekdako M Jamil. [Red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :