Polisi Pekanbaru Bekuk Remaja Diduga Telantarkan Bayi Kandung

Penulis : user | Senin, 29 Juni 2020 - 16:49 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Jajaran kepolisian resor Kota Pekanbaru menangkap seorang remaja 18 tahun dalam kasus penelantaran bayi. Kuat dugaan, remaja yang berstatus sebagai pelajar itu merupakan bapak biologis dari seorang bayi laki-laki yang ditelantarkan di sebuah panti asuhan di Kota Pekanbaru.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mukmin Wijaya di Pekanbaru, Senin, mengatakan remaja yang telah beranjak dewasa berinisial CRA itu ditangkap di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Pelalawan, Riau.

“Dia (CRA) diamankan pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 23.00 WIB,” kata dia.

Sebelumnya CAR menelantarkan sesosok bayi laki-laki berusia dua hari di Panti Asuhan Yayasan Ar Rahim, Jalan Tiung, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru akhir pekan lalu.

Pengasuh panti asuhan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Dia mengatakan berdasarkan laporan pengurus yayasan bernama Muhammad Danil, ada sepasang remaja yang menitipkan bayi itu ke panti asuhan pada Jumat malam (26/6) sekitar pukul 21.00 WIB.

Awalnya, kedua remaja itu mengaku menemukan bayi tersebut di sebuah tempat dan berniat menitip sementara ke panti asuhan. Remaja itu juga mengaku telah melaporkan temuan bayi tersebut ke kantor polisi sebelum akhirnya ke panti asuhan.

Kemudian, si remaja berinisial CRA beralasan dia harus segera pergi untuk mengantarkan teman wanitanya yang saat itu bersamanya ke kos karena segera tutup menjelang malam. Sebelum pergi, dia sempat berjanji akan segera kembali ke panti untuk menjelaskan duduk perkaranya.

Namun, setelah ditunggu hingga lebih 24 jam, keduanya tak kunjung kembali. Beruntung, pengasuh panti asuhan sempat memintai identitas remaja itu. Berbekal identitas berupa surat izin mengemudi tersebutlah polisi menangkap CRA di Pelalawan.

Nandang mengatakan penangkapan langsung dipimpin oleh Kapolsek Tampan Kompol Hotmartua Ambarita langsung menuju lokasi sesuai alamat yang tertera dalam SIM lelaki itu, yakni sebuah tempat di Pelalawan.

“Pelaku sendiri mengakui telah menelantarkan anak tersebut dengan meletakkannya ke panti asuhan,” tuturnya.

Akan tetapi, polisi belum dapat memastikan 100 persen apakah CRA adalah ayah biologis dari malang tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pembuktian otentik dengan melakukan pemeriksaan DNA.

“Kita lagi mencari yang perempuannya dulu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, CRA terancam dijerat dengan Pasal 76 b Undang-undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :