Pengunjukrasa Blokir Jalan Sudirman

Rebut Blok Kampar, Pendemo: PT Medco Hengkang dari Riau !

Pengunjukrasa Memanjat Pagar Berduri Gedung Surya Dumai Grup Meminta Diperbolehkan Masuk | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Puluhan massa aksi yang menamakan diri Front Mahasiswa Untuk Merebut Minyak Riau (Formatur), Selasa (11/11/14) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, berunjukrasa menuntut pengelolaan ladang minyak Riau di Blok Kampar diserahkan oleh Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) kepada daerah.

Pada aksi itu, massa kesal karena tak kunjung ditemui pihak Satuan Kerja Khusus Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang berkantor di gedung itu.

Akibatnya, massa yang berada di luar pagar yang dibalut kawat berduri itu, melempari gelas plastik berisi air mineral ke arah security dan polisi yang berjaga-jaga di halaman gedung.

Bahkan, meski sejumlah pegawai SKK Migas telah turun dari kantor itu untuk menemui pendemo, massa bertahan meminta pagar itu agar dibuka. Karena tak diizinkan dengan alasan keamanan, pendemo pun berulangkali memblokir ruas jalan Sudirman.

Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan lagi. Selain itu, massa juga membentangkan spanduk warna putih bertuliskan "Cap Jempol Darah untuk Blok Kampar".

Berselang lebih 1 jam, para petinggi SKK Migas pun akhirnya bersedia maju mendekati pagar. Dan massa langsung membacakan pernyataan sikapnya.

"Sesuai amanah Pasal 12 UU Tahun 2001 tentang Migas, peluang bagi Daerah untuk mengelola Wilayah Kerja Migas di wilayah otonomi Pemerintahan Daerah bersangkutan, sangat terbuka. Maka, kita menuntut Kemen ESDM, menyerahkan alih kelola Blok Kampar kepada Pemda Pelalawan dan Indragiri Hulu, sesuai rekomendasi Gubernur Riau," kata Koordinator Umum Formatur, Bobi Irtanto didampingi Koordinator Lapangan Saud Marganda, saat membacakan pernyataan sikap.

Dalam tuntutannya, massa juga menolak keberadaan PT Medco beserta seluruh group perusahaannya, sebagai pengelola Blok Kampar. "Segera Hengkang dari Bumi Riau," tegas Bobi.

Untuk itu, massa meminta SKK Migas agar tidak melaksanakan lelang terbuka terhadap pengelolaan ladang minyak itu.

Kami akan sampaikan ke dirjen migas kemenesdm. Pengelolaan ada didirjen.

Jika tuntutan tak dipenuhi, massa mendesak, dalam tiga hari kedepan, akan kembali berunjukrasa dengan jumlah yang lebih besar.

Saat menerima pernyataan sikap itu, Humas SKK Migas Sumbagut, Adi Nugroho menyampaikan bahwa pihak akan segera menyampaikan tuntutan itu kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Migas di Kemen ESDM.

Ia mengaku, soal pemintaan itu, hanya bisa diproses oleh Dirjen melalui SKK Migas Pusat.

"Pada bulan Juli lalu, sejumlah tokoh Pelalawan sudah datang. Dirjen Migas dan sejumlah instansi terkait sedang memproses tuntutan itu," jawab Adi Nugroho.

Usai mendapat keterangan, massa pun melanjutkan orasinya sambil melakukan long march ke Gedung DPRD Riau. [red]

Tags :# ekonomi